Ojol Ini nekat jadi jambret demi HP untuk aplikasi ojolnya

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jumli Suardi (35) harus mendekam di sel penjara karena pebuatannya nekat menjambret demi mendapatkan handphone agar bisa kembali bekerja sebagai ojek online.

Ditemui di sel tahanan Polsek Seberang Ulu II Sabtu,( 7/9) warga Jalan Tembok Baru Kelurahan 11 Ulu Kecamatan SU II dengan polos menceritakan alasan nekat banting setir menjadi jambret.

“Saya dulu ojol tapi tidak lagi karena handphone saya hilang. Karena tidak ada HP itulah tidak ada aplikasi makanya saya tidak bisa jadi ojol lagi,”katanya yang juga menceritakannya kepada Kapolsek SU II Sabtu,(7/9).

Jumli terlihat menceritakan alasanya menjambret kepada Kapolsek SUII

Alhasil dia bekerja sebagai buru harian lepas juga tetap jadi ojek konvensional alias ojek biasa terasa baginya percuma saja. Tapi tetap saja dia tidak bisa mengumpulkan untuk untuk membeli HP jenis android yang bisa menggunakan aplikasi.

“Makanya saya nekat jambret. Karena saat itu saya ngojek ngeliat ada dompet ibu ibu di tas motor kebuka. Saya nekat saja ngambil dan kabur,”katanya sembari tersenyum

Dia mengaku pasrah saja saat menjambret. Sebab dia tau pasti aksinya bisa saja membuatnya terkurung di jeruji besi. “Mau bagaimana lagi pak saya pusing nyari duit beli HP,”ucapnya lagi dengan senyuman.

Saat ditanya Kapolsek Seberang Ulu II Kompol Yenny Diarty menceritakan kronologis kejadian penangkapan dan pelaku. Katanya kejadian di himpun anggotanya berdasarkan laporan polisi (LP) nomor LP/B 164/VII/ 2019/ SUII
dengan kronologis ada seorang ibu bernama Nilam Musdalifa menjadi korban jambret pada Sabtu (24/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Ahmad Yani Simpang lorong Talang Banten samping kampus UMP.

Alhasil pelaku bisa diringkus anggotanya kemarin di rumahnya dan masih menyimpan barang bukti. Yakni
tas dompet kotak-kotak berwarna coklat kombinasi warna dan (satu) unit handphone merk xiaomi 5a warna silver bila di tafsir dengan uang seharga Rp.1.300,000.

“Atas semua perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,”ucap Kapolsek. (molem)