Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bencana kabut asap yang melanda Sumsel sebulan terakhir tak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan Pemprov saja, tapi harus dikerjakan secara “keroyokan” oleh semua instansi yang terlibat. Pernyataan tersebut dilontarkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat menerima kunjungan Pengurus Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, di ruang tamu Gubernur, Jumat (20/9) sore.

Menurutnya sejak dilantik 11 bulan lalu menjadi Gubernur Sumsel, Ia memang menantikan kehadiran Pengurus Walhi untuk bertukar pikiran sekaligus mencari solusi terkait bencana kabut asap. Karena bahaya kabut asap ini menurutnya tak hanya mengancam kesehatan warga tapi juga keluarganya sendiri.

Karena itu untuk sebagai antisipasi jangka panjang dan  tidak selalu berulang, Ia mengajak Walhi menggelar Focus Group Diskusi (FGD) secepatnya. FGD ini diharapkan dapat menghadirkan semua pihak yang terlibat seperti organisasi pemerhati lingkungan, masyarakat, perusahaan dan Pemda meliputi Bupati dan Walikota se Sumsel.

“Setiap tahun selalu itu-itu saja, Karhutla tetap terjadi di Muba, OKI dan OI. Saya pikir kita perlu menggelar FGD secepatnya. Bila perlu kita undang Menteri KLHK. Karena jujur saya tidak happy dengan kejadian ini,” tegasnya.