Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masyarakat Kota Palembang diharapkan untuk berhati-hati karena kejahatan jalanan khususnya pelaku curanmor disebut begal sudah menggunakan senjata api atau pistol.

Hal dialami oleh Ahmad Buang (40)
warga Jalan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang,korban mengalami luka tembak dibagian punggung kiri saat ini masih dirawat di RSMH palembang.

Kejadian berawal saat korban hendak pergi kerja menuju pabrik karet dan melintas di jalan singadekane kawasan Musi ll Kertapati Rabu (11/9).

Saat di lokasi ketiga pelaku memepet dan menghentikan korban. Dikarekan korban melawan, pelaku menembak korban dibagian punggung kiri belakang.

Saat dikunjungi di RSMH Palembang ditemui kakak ipar korban Kurniati (40) mengatakan, mendapat kabar korban sudah terbaring di RSMH. “Dia mengalami luka tembak dibagian belakang ,hampir terkena bagian jantung ,sampai saat ini kondisi ipar saya masih mengalami kritis,”jelasnya.

Sementara, Kasubag Humas Polresta Palembang, Iptu Tohirin membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban maunpun keluarganya.

“Ya, kita sudah cek kondisi korban di RSMH Palembang. Kini kita masih selidiki pelakunya,” ujar Tohirin.

Sebelum kejadian serupa dialami dua sejoli Leni Rosita (30) dan Agus (30) menjadi korban begal hingga sang kekasih ditembak oleh pelaku yang juga terjadi di kawasan Kertapati di Jalan Mayjen Jusuf Singadekan Kamis,(5/9)

Atas kejadian itu korban kehilangan sepeda motor jenis beat street. Kejadian sore saat korban melintasi lokasi kejadian tiba tiba ada enam orang menggunakan sepeda motor menyegal dua sejoli tersebut.

Korban lelaki langsung di pukulin hingga babak belur sedangkan perempuan di tembak dua kali oleh pelaku di paha kanan.

Setelah merampas sepeda motor korban di bawah warga ke RSUD Palembang BARI.

Namun anehnya saat dimintai keterangan kedua korban enggan berbicara. Bahkan korban belum mau melaporkan kejadian itu ke Polresta Palembang.

Saat di RSUD terlihat juga pihak kepolisian yang datang untuk mengambil keterangan korban. Kanit Tekab Polresta Palembang Iptu Tohirin bersama anak buahnya sepertinya masih tetapkan melakukan penyelidikan terkait kasus ini.(molem)