Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda (Finda) meyakinkan masyarakat Palembang untuk tidak khawatir untuk berobat ke rumah sakit, walaupun belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama memiliki KTP Palembang, hal itu dikatakannya saat mengunjungi Ernawati yang mengalami penyakit tumor/kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari, Senin (19/08).

Ia mengatakan, dengan menunjukkan KTP Palembang maka solusi perawatan mulai dari tingkatan puskesmas hingga rumah sakit. Hal itu juga berlaku untuk Ernawati, warga Kecamatan Seberang Ulu II yang butuh perawatan lebih intensif untuk penyakitnya.

“Saya tegaskan kepada seluruh warga kota Palembang, jangan khawatir untuk berobat selama memiliki KTP Palembang. Saya datang ke RSUD Bari karena mendapat informasi bahwa ada warga yang mengalami tumor atau kanker yang masih dalam pemeriksaan. Ibu Erna sudah memiliki KIS, maka kita bawa ke RSUD Bari utk diobati supaya penyakitnya cepat pulih,” jelas Finda.

Lanjutnya, Ibu Erna sebelumnya sudah pernah dirawat di salah satu rumah sakit, namun disuruh pulang. Ia menyampaikan seharusnya Ibu Erna mendapatkan perawatan terus hingga sembuh. Sebagai Wakil Walikota dirinya menginstruksikan agar mendapatkan perawatan lebih intensif oleh RSUD Bari yang merupakan milik Pemkot Palembang.

Sementara itu Kepala RSUD Bari, dokter Makiani menyampaikan bahwa pengobatan terhadap Ernawati merupakan tanggung jawab Pemkot, karena RSUD Bari milik Pemkot maka perawatan Ernawati juga menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Yang tidak memiliki jaminan saja kita layani, apalagi Ibu Ernawati memiliki KIS. Dari dokternya yang memeriksa Ibu Erna, pasien akan di scanning dulu untuk mengetahui sumber pembengkakan di lehernya. Karena pasien tidak bisa makan dan minum maka akan dibantu nutrisi melalui selang,” urainya.

Ia juga mengatakan, sebelumnya Ibu Erna sudah dirawat oleh RSUP Mohammad Hoesin Palembang tetapi dipulangkan. Menurutnya Ibu Erna bukan dipulangkan tetapi disuruh pulang untuk rawat jalan, nanti datang lagi, kemungkinan untuk rawat inap RS itu sudah penuh.