Detak-Palembang.com PALEMBANG – Video porno diduga mantan pegawai bank BUMD di Palembang, Sumatera Selatan menjadi viral setelah tersebar di berbagai group whatsapp (WA).

Dalam video yang berdurasi 17 detik tersebut, terlihat seorang perempuan sedang berhubungan intim dengan pria. Sang pria diduga yang merekam adegan suami istri tersebut.

Setelah ditelusuri, perempuan tersebut diketahui berinisial DF yang merupakan mantan pegawai Bank Sumsel Babel.

Saat dikonfirmasi Sekretaris Bank Sumsel Babel Faisol Sinin membenarkan jika DF merupakan mantan pegawai mereka. Namun katanya DF telah resign pada bulan lalu dan saat ini tidak lagi tercatat sebagai pegawai.

“Dia tercatat sebagai karyawan kontrak dan waktu itu sebagai marketing officer, orangnya sudah resign,”kata Faisol dihubungi via Whatsapp Minggu (24/8/2019).

Faisol menerangkan, sebelum video itu tersebar, DF telah lebih dulu mengundurkan diri. Ia pun tak mengetahui siapa pelaku penyebar video tersebut. Bahkan dia tidak pernah melihat video itu sama sekali

Namun, menurut Faisol hal itu merupakan permasalah pribadi tanpa ada kaitan dari pihak Bank.

“Pegawai kontrak itu biasanya dikontrak 6 bulan. Tapi sebelum kontrak belum habis, dia sudah mengundurkan diri. Masalah attitude,”

“Ini murni urusan perorangan tidak ada kaitan dengan perusahaan. Karena dia juga bukan lagi pegawai kita,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, mereka akan melakukan penyelidikan terkait penyebaran video tersebut.

Supriadi menerangkan, tim dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel akan melihat maksud dari pelaku yang menyebarkan video tersebut.

“Nanti dilihat, apakah video itu di Palembang atau bukan. Pemeran wanita juga bisa melaporkan ke Polisi jika merasa dirugikan,”kata Supriadi, Minggu (25/8/2019).

Supriadi menjelaskan, sejauh ini mereka belum mendapatkan laporan dari pihak manapun atas penyebaran video tersebut. Akan tetapi, ia menduga jika itu adalah video konsumsi pribadi yang disebar oleh orang tak bertanggung jawab.

“Jika nantinya didapati unsur kesengajaan dari penyebaran video ini maka dapat dikenakan UU ITE dan Pornografi,”tegas Supriadi. (molem)