Nenek korban sebutkan alasan kenapa anaknya tidak pernah hadiri sidang kasus pembunuhan cucunya

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Ada yang jangal dari persidangan demi persidangan kasus pembunuhan sadis FO dilakukan oknum TNI Prada DP yakni kenapa ayah kandung korban tidak pernah hadir di Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Ternyata hal itu diungkap oleh seorang ibu paru baya bernama Hanuna merupakan nenek dari korban FO. Dia bercerita ayah FO memang tidak ada di persidangan tentunya wajar tidak pernah terekspos oleh media.

Ternyata ayah FO tidak berada di Palembang sekarang berada di Malaysia. Ayah korban bekerja sebagai satpam di salah satu perusahan di negara negara tetangga itu.

“Ayahnya Fera masih ada (hidup) dia bekerja di Malaysia. Dia sebenarnya ingin pulang mendengarkan kabar buruk anaknya tentunya ikut menghadiri sidang. Tapi dia takut akan bertindak nekat membunuh dia (Prada DP). Makanya dia mengurungkan niatnya,”kata nenek berumur 85 tahun ini di Pengadilan Militer I-04 Palembang Kamis,(29/8/2019).

Hanya saja dilanjutkannya pesan Dumroh Ayah FO agar pihak keluarga datang ke persidangan meminta kepada hakim untuk pelaku pembunuhan anaknya di hukum mati. Karena hukuman seumur hidup itu tidaklah sebanding dengan petaka yang didapatkan keluargannya.

“Kata Dumroh nyawa harus dibayar nyawa itu adil. Makanya dia pesan agar Prada DP harus di hukum mati bukan seumur hidup itu baru adil,”ujarnya.

Selanjutnya Hanuna tiba tiba terlihat sedih karena anaknya memang telah lama tidak pulang selama 10 tahun karena bekerja di Malaysia. Tapi karena adanya peristiwa ini sang buah hati berniat tidak akan kembali lagi ke Indonesia.

“Karena kejadian ini anak saya juga takut pulang ke Indonesia. Iya dia takut akan membalaskan kematian anak kandungnya. Makanya lebih baik dia tidak pulang pulang lagi,”ucapnya sedih

Sidang kasus pembunuhan sadis oknum TNI Prada DP yang digelar dengan agenda pledo atau pembelaan di Pengadilan Militer I-04 Palembang menuai kericuan dari keluarga korban FO Kamis,(29/8/2019).

Ibu korban Surhatini juga kesal menyebutkan terdakwa Prada DP memfitnah anaknya FO. Dia yakin semua ucapan dipersidangan itu bohong yang mengatakan anaknya sudah berkali kali di tiduri dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Lihat saat meninggal Fera masih memakai jepit rambut. Tidak mungkin kalau berhubungan badan masih pakai jepit rambut pasti terlepas. Dia itu berbohong anak saya tidak mungkin sehina itu. Dia juga menculik anak saya tidak mungkin malam malam mau menemuinya di Kertapati dia itu yang datang sendiri dan menculik serta sengaja untuk membunuh Fera,”ucap Suhartini berteriak usai persidangan selesai

Sebelumnya saat sidang lanjutan kasus pembunuhan sadis FO dilakukan oknum TNI Prada DP di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali digelar dengan agenda pledo atau pembelaan di Pengadilan Militer I-04 Palembang.
Lalu Oditur menanggapinya minta waktu satu minggu pada hari Kamis tanggal 5 September 2019. Alhasil sidang ditutup untuk dilanjutkan kembali pekan depan.(molem)