Detak-Palembang.com PALEMBANG – Satgas Darat Karhutla Sumsel terus melakukan segala upaya untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel.

Kodam II/Swj telah menurunkan Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI bersama Polisi, Manggala Agni, BNPB, Pemda (BPBD), Kepala Desa, Regu Dalkar Swasta serta MPA untuk mengendalikan titik api yang muncul di daerah-daerah rawan karhutla.

Sarana dan prasarana peralatan pemadam seperti, alat berat, mobil pemadam (Damkar) dan mesin pompa air turut dikerahkan. Bahkan helikopter Water Bombing (WB) turut terlibat dalam kegiatan patroli maupun pemadaman karhutla. Hal ini dilakukan untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kapendam II/Swj Kolonel Djohan Darmawan, Jum’at (23/8/2019) mengatakan bahwa, untuk penanganan karhutla di wilayah Sumsel, Kodam II/Swj menyiapkan personil yang tergabung dalam Satgas Karhutla sebanyak 1.512, dari sejumlah tersebut, sebanyak 1000 personil merupakan anggota dari TNI dan tersebar di daerah rawan karhutla di wilayah Sumsel.

“Bahkan dalam rangka mengatasi karhutla yang terjadi di Desa Medak, Bayung Lencir Kab. Muba, beberapa hari lalu kita telah mengerahkan sebanyak 100 personel tambahan masing-masing dari Subsatgas 1 Kodim 0402/OKI , sebanyak 70 orang dan Subsatgas 3 Kodim 0430/BA sebanyak 30 orang”, ungkapnya.

Untuk menekan terjadinya karhutla, sambung Kapendam, kita sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan Sosialisasi dan Patroli serta komunikasi dengan masyarakat di daerah yang rawan terhadap karhutla.

“Hingga saat ini, Satgas Darat Karhutla terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD masih berjibaku dalam upaya mengatasi karhutla, untuk mencegah dan memadamkan api bahkan hingga larut malam”, kata Kolonel Djohan.

“Kita berharap kerjasama dan koordinasi dengan seluruh stakeholder atau pihak terkait terus berjalan lancar sehingga permasalahan karhutla ini dapat segera teratasi”, tuturnya.

Extra Patroli dan Sosialisasi

Sementara itu, guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan rawan kebakaran, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 418-02/Pakjo Kodim 0418/Palembang Pelda Nababan dan Serma Suharso meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat wilayah binaan yaitu di Jln. Tanjung Barangan RT. 04 RW.03, Jln. Tanjung Bubuk RT.07 RW.07 dan Jln. Tanjung Aur RT.05 RW.03 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, Jumat (23/8/2019).

Sejak pagi, Pelda Nababan dan Serma Suharso bersama personel gabungan Satgas Darat Karhutla menyisir beberapa titik di Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang yang dianggap rentan rawan Karhutla.

“Kelurahan Bukit Baru merupakan daerah pinggiran Kota Palembang yang masih terdapat lahan rawa sangat luas yang saat ini sudah mulai mengering, sehingga menjadi kerawanan sangat tinggi terhadap terjadinya kebakaran lahan”, ujar Pelda Nababan.

Dalam melaksanakan patroli, kami bersama personel lainnya tak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga masyarakat, khususnya yang bermukim dekat lahan tersebut untuk turut menjaga dan mencegah agar tidak membakar lahan kosong dengan alasan apapun, apabila ditemukan tanda-tanda kebakaran segera melaporkan petugas terkait utamanya dengan Babinsa yang ada di wilayahnya. “Karena kerawanan yang tinggi, kita juga harus extra dalam melaksanakan patroli sehingga lahan rawa kosong tersebut aman dari kebakaran”, tambahnya.