Detak-Palembang.com PALEMBANG – Rapat Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan  dan Lahan (Karhutla) TA. 2019 berlangsung di Posko BPBD Satgas Karhutla Prov. Sumsel Jalan. Gubernur H. Asnawi Mangku Alam, Palembang. Selasa (27/8/2019) pukul. 10.00 WIB.

Hadir dalam rapat evaluasi karhutla tersebut, Staf Ahli BNPB Masda TNI (Purn) Abdul Muis, Asops Kasdam II/Swj Kolonel Inf M. Asmi, psc., S.E., Kasiops Korem 044/Gapo Mayor Kav Delvy Marico., Kadis Ops Lanud SMH Palembang Letkol Pas Iyan Rusdian, S.E., dan Kalaksa BPBD Sumsel Iriansyah.

Pada kesempatan tersebut, Kalaksa BPBD Sumsel Iriansyah menyampaikan bahwa, BPBD Sumsel telah dua kali mengusulkan ke BNPB untuk melakukan TMC untuk mencegah meluasnya karhutla di wilayah Sumsel.

“Saat ini tim ahli sudah berada di Sumsel untuk melakukan survei potensi hujan. Ada dua kabupaten yang masih terjadi karhutla yakin di Musim Banyuasin (Muba) tepatnya di Bayung Lincir Desa Sungai Medak dan di OKI daerah Tulung Selapan”, ujarnya

“Saat ini, tim Satgas Darat dan Udara terus melakukan upaya pencegahan dan pemadaman karhutla, dibantu Manggala Agni dan masyarakat”, imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Operasi Kasdam II Sriwijaya Kolonel Inf M. Asmi mengatakan bahwa, saat ini tim Satgas Darat telah membuat sekat-sekat kanal untuk mencegah meluasnya karhutla.

“Keterbatasan sumber air menyulitkan satgas darat untuk melakukan pemadaman, sampai saat ini Satgas Darat tetap siaga di pos masing-masing untuk melakukan patroli pencegahan dan pemadaman”, ujarnya.

Pada bagian lain, Staf Ahli BNPB Masda TNI (Purn) Abdul Muis dalam arahannya mengatakan bahwa, penyebab kebakaran hutan dan lahan, 99% perbuatan manusia dan 1% karena faktor alam. Hal ini dikarenakan manusia ingin memenuhi kebutuhan hidup dan kurangnya lahan pekerjaan. 

Terkait hal itu, ia menekankan kepada para Ketua BPBD dan perangkatnya yang ada di provinsi dan kabupaten agar mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan gambut untuk membuka perkebunan.