Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sat Reskrim Polresta Palembang sudah selesai melakukan penyidikan terhadap Obby Frisman Arkataku (24), tersangka penganiayaan yang menyebabkan tewasnya DBJ (15) siswa baru SMA Taruna Indonesia di Palembang ini.

Sat Reskrim Polresta Palembang, telah melakukan pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan agar segera masuk proses persidangan.

Kapolreta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara, hingga kini penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sudah melakukan pelimpahan tahap satu pada kejaksaan. Apabila berkas sudah dinyatakan lengkap P21, pihaknya akan segera melimpahlan tersangka Obby untuk segera menjalani persidangan.

” Masih diteliti berkasnya. Apakah lengkap atau tidak. Jika belum akan kita lengkapi kembali. Semogo dalam dekat ini, segera masuk tahan persidangan,”kata Didi, Senin (12/8).

Lanjut Bapak berpangkat melati tiga itu, pihaknya pun baru menetapkan tersangka baru atas kematian kedua siswa baru SMA Taruna Indonesia Palembang, WJ (14). Tersangkanya adalah AS (16) siswa aktif kelas 12 SMA Taruna Indonesia yang berperan sebagai komandan peleton 2 saat masa orientasi siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Palembang diselenggarakan.

Sambungnya, besar kemungkinan persidangan kedua tersangka tersebut diselenggarakan bersamaan. Meskipun baru ditetapkan sebagai tersangka, polisi mempercepat proses hukum AS yang masih dibawah umur sehingga dalam waktu dekat sudah bisa dilimpahkan ke kejaksaan.

“Untuk tersangka As tidak kita tahan dan hanya wajib lapor, karena ststus As yang masih dibawah umur dan masih pelajar. Selain itu juga tersangka pun kooperatif sehingga penyidik mempertimbangkan memperlakukan tersangka lebih kooperatif dan memenuhi haknya. Sekarang penyidik sedang melengkapi berkas untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Ditempat berbeda, Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palembang Yuliati Ningsih mengatakan, pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas tersangka Obby sejak Kamis (8/8) lalu.

Saat ini pihaknya tengah meneliti kelengkapan berkas agar segera bisa dilakukan pelimpahan tahap kedua dan dilimpahkan ke pengadilan.

“Hingga kini tahapnya masih P-18, jaksa meminta penyidik melengkapi berkas karena masih ada yang kurang. Setelah berkas kita nyatakan lengkap baru nanti tahap kedua pelimpahan tersangkanya dilakukan,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Palembang menetapkan Obby Frisman Arkataku (24) dan AS (16) sebagai tersangka tewasnya 2 siswa baru SMA Taruna Indonesia Palembang saat kegiatan MOS.

Keduanya ditetapkan atas kematian siswa yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda. Dimana, Obby merupakan tersangka penganiayaan DBJ (14) sementara AS (16) bertanggung jawab atas tewasnya (WJ). Keduanya dijerat dengan pasal yang sama yakni pasal 76 dan 80 UU nomor 35 tahun 2014 tentang penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan kematian dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (molem).