Detak-Palembang.com PALEMBANG – video aksi begal pada sore hari heboh tersebar di masyarakat terjadi di Jalan Merdeka tepatnya depan Monpera lampu merah di bantah polisi.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membantah keras informasi adanya begal yang tersebar tersebut.
Menurutnya awalnya adalah aksi tawuran suporter Sriwijaya FC hingga ada kesempatan pelaku melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) di tengah aksi tawuran tersebut.

Dia juga membenarkan kejadia di lampu merah Jalan Merdeka pada hari Minggu, (19/8/2019) sekitar pukul 17.00 WIB juga sempat viral karena tersebar CCTV yang di kabarkan secara hoax merupakan aksi begal.

“Kita pastikan ini tawuran bukan aksi begal yang beredar di media sosial, namun salah satu anggota dari Sriwijaya Mania yang sudah kita kantongi identitasnya ini mencuri kesempatan dan membawa kabur motor salah satu anggota dari Singa mania,” ujarnya, Senin (19/8/2019).

Sebelum mengantongi nama tersebut, lanjut dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi dari DP (16) warga Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang dan MS (17) warga Jalan PSI Kenayan, Lorong Siti Aminah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang yang merupakan anggota dari Sriwijaya Mania.

“Dari keterangan keduanya lah kita berhasil mengantongi nama pelakunya yang masih dibawah umur tersebut,” katanya. Untuk sekarang ini unit Pidum Polresta Palembang sedang melakukan pencarian terhadap pelaku tersebut.

“Kita masih mencari pelaku ini yang belum diketahui keberadaan, pasalnya pasca kejadian tersebut pelaku menghilang dengan membawa motor BeAT warna hitam milik korban Aris Juntela (16) warga Jalan Rambutan Dalam, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang yang merupakan anggota Singa Mania,” tuturnya.

Sementara itu, Saksi, DP menuturkan, waktu itu salah satu anggota dari Sriwijaya Mania sempat dipukul oleh Singa Mania pasca pertandingan bola Sriwijaya FC melawan Babel United di Stadion Jakabaring.

“Anggota kita memang sempat dipukul tapi kami mengalah dan langsung lari ke lampu merah Merdeka, setelah sampai disana kami menunggu anggota lainnya. Namun MS melihat salah satu anggota yakni Aris dari Singa Mania hingga langsung memukulnya,” ungkapnya.

Melihat MS memukul Aris, DP dan kawan-kawan langsung menuju MS hingga terjadilah tawuran tersebut. “Ya pak walaupun sama-sama pendukung Sriwijaya FC, memang antara Sriwijaya Mania dan Singa Mania sering terjadi tawuran,” aku dia.

Terkait aksi salah satu anggota Sriwijaya Mania yang membawa kabur motor milik korban, DP memastikan dirinya bersama MS tidak terlibat dalam aksi yang dilakukan oleh salah satu anggota Sriwijaya Mania tersebut. (molem)