Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Gati Wibawaningsih mengajak pelaku usaha IKM Palembang untuk berjualan secara online agar penjualan meningkat, hal itu disampaikannya pada pelatihan e-Smart IKM Expo 2019, Hotel Novotel Palembang, Senin (19/08).

Gati menyampaikan bahwa dalam pelatihan ini berbeda dengan sebelumnya karena khusus untuk pelaku usaha bukan pada reseller, Jadi tidak ada lagi broker. Pihaknya  benar-benar membina kalau belum berhasil akan dievaluasi, agar dapat diberikan pelatihan yang lebih tepat.

“Dengan berjualan secara online dapat meningkatkan penjualan hingga tujuh kali lipat. Pelaku usaha/Industri  adalah motor perekonomian, tidak ada industri tidak ada barang, tidak ada barang maka tidak ada perekonomian. Kalau industri maju maka Indonesia akan maju, karena penyerapan tenaga kerjanya akan banyak, dan juga menghindari produk impor,” ungkapnya.

Dikatakan Gati, dengan berjualan secara online mempunyai keuntungan karena pelaku usaha/industri bertemu dengan konsumen di online jadi biayanya nol. Setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan, tidak hanya penjualan tetapi juga pelaku usaha IKM.

“Namun, pertumbuhannya belum signifikan hal itu karena produk IKM kita belum semua bisa diterima di pasar. Mudah-mudahan dengan pilihan ini pelaku IKM dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh pasar,” harapnya.

Pada pertama kali mengadakan pelatihan peningkatannya hanya empat persen, lalu tahun berikutnya naik menjadi delapan persen terakhir menjadi 12 persen. Pelaku usaha semakin hari semakin banyak yang ikut dengan pelatihan penjualan secara online.

“Kendala saat ini yang dihadapi dalam penjualan secara online adalah jaringan internet yang belum bagus, tetapi kita sudah kerjasama dengan Kominfo. Kami minta pada kominfo untuk jaringan internet di 52 sentra usaha diperbaiki agar pelaku usaha lebih mudah lagi berjualannya,” katanya.

Sementara itu Wali kota Palembang, Harnojoyo mengatakan saat ini sudah memasuki era digital economy, dimana model bisnis yang banyak dijalankan adalah berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 

“Pemanfaatan era digital dan pola pemasaran saat ini sangat berkaitan erat, untuk itu program e-SMART mempertemukan IKM dengan marketplace dalam perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual secara offline namun juga online. Diharapkan 

produk IKM dalam negeri dapat membanjiri e-commerce indonesia,” jelas Harnojoyo.

Lanjut Harnojoyo, perkembangan IKM di Kota Palembang sangat potensial dengan jumlah sebanyak 2.778 IKM, yang terdiri dari Industri Sandang 491 IKM, Industri Pangan 777 IKM, dan Industri Logam, Mesin, Kimia 1.510 IKM, dengan total jumlah tenaga kerja sebanyak 33.170 orang. 

“Adapun sentra-sentra yang tersebar di Kota Palembang meliputi : sentra songket, sentra tenun, sentra ukiran kayu khas Kota Palembang, sentra rotan dan sentra makanan Khas Kota Palembang. Menurut dirjen tadi dengan menggunakan teknologi digital ini omset meningkat hingga tujuh kali lipat, sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Harnojoyo meminta pelaku usaha untuk bertransformasi, jangan hanya dengan sistem offline saja harus juga menggunakan sistem online. Harnojoyo mengapresiasi kegiatan ini agar pelaku usaha IKM cepat mengenal teknologi ini sehingga pada pemasarannya tidak perlu pihak ketiga, bisa langsung, pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian Kota Palembang.