Detak-Palembang.com LAHAT – Entah setan apa yang ada dibenak Nopriyadi (31) warga Lahat tega melakukan penganiayaan kepada istrinya Renny (27). Atas perbuatan itu sang istri melaporkannya ke Polres Lahat Jumat,(30/8/2019).

Kejadiannya pada hari Minggu, (25/8) di rumah pelaku di Komplek Perumahan Refari, Desa Manggul, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat. Ketika itu korban menemui terlapor guna meminta uang untuk kebutuhan anaknya balita.

Namun terlapor justru mendapatkan tindak kekerasan hingga menderita luka memar di bagian tangannya. Lantaran terlapor enggan memberikan uang dan mengusir korban sampai tega menghimpit tangan korban di pagar pintu.

Diakuinya juga statusnya dengan terlapor adalah pasangan suami istri. Namun keduanya telah pisah rumah karena masih dalam proses peceraian.

“Kan anak saya butuh susu dan keperluan lainnya, makanya saya minta jatah nafkah anak saya pada ayahnya. Toh, anak saya itu anak dia juga. Bukan dikasih duit, tapi malah saya diomelin dan diusir dari rumahnya,”ucap Renny kepada polisi saat melapor

Karena luka lecet di tangannya dirasa semakin membengkak, maka korban melakukan visum ke RSID Lahat. Selanjutnya, berdasarkan hasil visum pembengkakan itu merupakan efek dari lecetnya tangan RN, RN pun melaporkan dugaan kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke pihak berwajib.

“Hari Minggu kejadiannya, hari Senin semakin membengkak dan memerah kebiru-biruan, hari Selasa bertambah parah. Makanya saya lapor ke polisi. Dan hari Rabu, luka itu terasa semakin sakit,”ujarnya

Kanit PPA Polres Lahat Ipda Omin membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, pihaknya masih melakukan upaya pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Korban sudah kita periksa tinggal memeriksa para saksi saja. Kasus ini sudah kita proses dan tinggal ditindak lanjuti ketahap berikutnya saja,”pungkasnya (molem)