Detak-Palembang.com PALEMBANG – Minimnya perhatian, kegiatan dan perawatan di sejumlah museum milik Pemprov Sumsel memantik keprihatinan tersendiri dari Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Iapun berkomitmen memberikan anggaran pengelolaan museum yang lebih proporsional kedepan.

Hal itu dikatakannya saat membuka lomba Mewarnai Museum yang digelar Koran Palembang Ekspres (Palpres), di Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Rabu (7/8) pagi. Pada kesempatan itu, Herman Deru tidak datang sendiri tapi Ia didampingi juga oleh Bunda PAUD Sumsel Hj Feby Deru serta Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya.

“Saya yakinkan tahun ini anggaran untuk perbaikan, perawatan dan kegiatan di sini (UPTD museum) akan lebih proporsional. Karena aset berharga ini bukan hanya harus dijaga tapi juga dikenalkan ke masyarakat luas terutama anak-anak dan generasi muda agar mereka mencintai sejarah mereka. Kita naikkan 10 kali lipat,” tegasnya.

Dikatakan pria yang dijuluki sebagai Bapak Rumah Tahfidz tersebut museum merupakan aset yang sangat berharga sehingga bukan hanya harus dipelihara dengan maksimal. Melainkan sedapat mungkin keberadaannya juga diaktifkan dengan berbagai event untuk menarik masyarakat berkunjung ke museum.

“Saya sangat mengapresiasi lomba mewarnai museum ini. Agar museum ini ramai memang harus ada “gula-gula”nya biar orang mau datang. Anak dan cucu kita punya hak berkreasi tapi mereka tidak berdaya melakukan kreatifitas tanpa kita fasilitasi. 

Menurutnya anak-anak perlu tahu bahwa sebelum mereka lahir ada banyak peristiwa penting yang terjadi. Dengan eksistensi museum ini pula diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran mereka.

“Misalnya komputer, bisa dicari dan dipajang proses perubahannya dari yang zaman dulu pakai tabung tebal sampai sekarang tebal 2 cm. Endingnya biar anak-anak tahu bahwa kejadian hari ini ada rentetan proses sebelumnya. Itu baru soal teknologi sejarah peradaban pembangunan juga begitu,” jelasnya.

Karena itu, kedepan HD meminta kreatifitas jajaran museum ikut ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak tanpa mengedepankan profit tapi edukasi kepada anak-anak.

Tak hanya membuka acara, di sela kegiatan itu Ia Juga ikut melukis di atas kanvas serta menyempatkan diri mengunjungi ke dalam Museum Rumah Limas yang sudah berusia ratusan tahun.

Saat melukis, Herman Deru tampak sangat antusias. Tampak Ia menggambar matahari lengkap dengan gunung dan persawahan. Serta gambar komputer di sudut kiri bawah kertas serta tulisan 1 digit.

“Gambar ini menunjukkan bahwa Sumsel ini punya potensi yang sangat luar biasa. Gambar komputer ini juga menerangkan kalau kita punya SDM yang bagus. Tinggal bagaimana kita mengelola ini semua dengan baik agar angka kemiskinan turun 1 digit,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Chandra Apriadi mengatakan bahwa tahun lalu anggaran untuk perbaikan, perawatan dan kegiatan sebesar Rp75 juta. Ia pun mengaku sangat senang soal rencana Gubernur menambah anggaran tersebut untuk memaksimalkan pengelolaan museum.

“Dengan kita adakan lomba ini kita ingin mengenalkan pada adik-adik PAUD ini tahu bahwa museum tempat adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi karena bersejarah dengan koleksi bagus dan dapat menambah pengetahuan,” jelasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syarkawi mengatakan acara ini melibatkan sekitar 3500 PAUD se Palembang. Tak hanya di Museum Balaputra Dewa lomba ini juga akan digelar di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS). ” Banyak yang tidak kenal dengan museum. Dengan museum ini bisa menjadi media yang informatif mengenalkan budaya bangsa sejak dini,” jelasnya.