Detak-Palembang.Com PALEMBANG -. Bagi masyarakat Palembang cabai merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan “Cuko Pempek”. Namun saat ini harga cabai cukup tinggi kenaikannya, hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (Finda) saat meninjau Pasar Retail Jakabaring, Kamis (15/08).

“Hasil pantauan kita masalah harga masih normal, tetapi ada satu bahan yakni cabai ada kenaikan hingga 50 persen. Setelah kita telusuri, karena musim kemarau banyak petani yang kesulitan dan gagal panen,” ungkap Finda.

Lanjurnya cabai yang dijual di Palembang didatangkan dari pulau Jawa yang saat ini mengalami musim kemarau panjang. Karena kelangkaan cabai akibat gagal panen maka harganya menjadi lebih tinggi dari harga normal biasa.

“Cabai merupakan bahan konsumsi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, harga cabai kalau posisi normal antara Rp 40 ribu – Rp 50 ribu tetapi sekarang harganya mencapai Rp 70 ribu –  Rp 80 ribu,” terangnya.

Finda sudah menginstruksikan kepada Dinas Perdagangan untuk mencari solusi agar harga cabai jangan sampai melambung lebih tinggi lagi.