#Herman Deru dan Forkopimda Pantau Wila dari Jalur Udara

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya menekan terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengingat dari 7 provinsi yang berpotensi Karhutla di Indonesia, Sumsel merupakan daerah yang kasus karhutlanya paling rendah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli, M.Si dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.IP, M.Hum di ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Jumat (16/8) sesaat akan melakukan penerbangan guna pemantauan dari udara sejumlah titik api disalah satu kawasan di Kecamatan Banyung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin.

“Saya bersama Forkopimda pak Pangdam, pak Kapolda mau meninjau langsung talang medak, Bayunglincir yang kalau lewat jalan darat harus lewat Jambi dulu. Jangan sampai apinya tidak besar diisukan besar. Akan kita lihat langsung, termasuk kesiapan kita,” tegas Herman Deru.

Terkait dengan kasus karhutla yang terjadi, Herman Deru menambahkan, selama ini Sumsel merupakan salah satu provinsi yang berpotensi karhutla bersama dengan 6 provinsi lainnya di Indonesia. Sejauh ini lanjut dia, Sumsel merupakan yang paling minim karhutla dan hal tersebut terus akan dipertahankan.

“Makanya kita akan cek di Banyu Lincir dari titik koordinatnya ada lahan gambut yang terbakar. Informasinya masuk hutan kawasan yang dikelola oleh salah satu perusahaan, kita cek dululah,” tegasnya.

Pemantauan Karhutla dari udara yang dilakukan Gubernur dan Forkopimda kali menggunakan helikopter. Sedangkan Komandan Korem (Danrem) 044 Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel Iriansyah dan pejabat terkait lainnya melakukan pemantauan jalur udara dengan menggunakan pesawat jenis Cessna Caravan 208 B PKP JP.

Setelah menunjau lokasi kebakaran hampir 3 jam dari jam 14.00 hingga 17.00 Wib akhirnya helikopter yang ditumpangi Gubernur, Kapolda dan Pangdam, kembali mendarat di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan langsung menggelar jumpa pers.

Menurut Gubernur setelah dicek, dilokasi Karhutla berada di kampung 5 desa Mura Medak Kecamatan Banyung Lincir Kabupaten Muba. Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong yang berbatasan langsung dengan HTI. Pihak HTI Sinar Mas telah melakukan upaya pemadaman dengan cara membuat sekat kanal. 

“Pihak HTI Sinarmas telah membuat sekat kanal, excavatornya ada Sembilan bekerja untuk membuat jarak sekat kanal menghalau api,” papar Herman Deru tanpa merinci seberapa luas lahan yang terbakar.

Dari informasi yang didapatnya dari pihak Polres setempat, Tegas Herman Deru, setidaknya sudah sembilan orang yang diamankan yang diduga pelaku pembakaran.

“Tadi dari laporan pihak Polres ke Kapolda, saya dengar ada Sembilan orang telah diamankan di Polres. Mereka ada dari pihak perusahaan dan ada juga dari masyarakat. Tapi yang jelas ini hutan kawasan yang dikelola oleh PT HBL namanya,” papar Herman Deru.

Ketika disoal terkait dengan kondisi api, Herman Deru menegaskan, api sudah bisa dikendalikan dengan waterbombing. Dengan harapan tiga hari kedepan kawasan tersebut sudah bisa terbebas dari bencana karhutla.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli ketika ditanya terkait dengan sanksi yang akan dikenakan terhadap mereka yang telah diamankan. Kapolda menegaskan, sejauh ini pihaknya konsentrasi dengan cara bagaimana mengatasi karhutla agar jangan sampai meluas. Selanjutnya memberikan pemahaman pada masyarakat agar ikut membantu dalam pemadaman.

“Sebenarnya yang kita pikirkan sekarang ini bagimana cara memadamkan api. Itu dululah. Tadi kita sudah kesana bertemu dengan masyarakat. Meminta warga agar bersama-sama membentuk formula membantu agar api tidak meluas. Terkait siapa yang akan kita periksa tentunya yang sembilan orang inilah yang akan kita periksa. Itu dululah ya,” tandasnya.

Hibauan Pangdam II/Swj

Pada kesempatan tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, mengajak masyarakat untuk ikut serta membantu memadamkan api yang membakar lahan di wilayah tersebut. Dirinya menghimbau agar masyarakat turut berperan dalam menjaga alam dengan tidak melakukan pembakaran pada saat membuka lahan.

“Selain dapat merusak lingkungan beserta ekosistemnya, juga dapat menimbulkan kebakaran, bahkan asap dari kebakaran tersebut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, sampai saat ini terdapat beberapa karhutla yang masih sulit diatasi di lapangan oleh Satgas Gabungan darat maupun Satgas Udara Sumsel. Sejak kemarin Kamis (15/8/2019) hingga hari ini Jum’at (16/8/2019), terdapat tiga lokasi karhutla yang menjadi fokus pemadaman Satgas Karhutla di wilayah Sumsel antara lain, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim dan Musi Banyuasin (Muba).

Kendati titik api di di beberapa lokasi yang berada di ketiga wilayah tersebut dalam beberapa hari belakangan ini sudah berkurang cukup signifikan, namun terdapat titik api yang masih membakar lahan masing-masing berada di Desa Muara Medak, Kec. Bayung Lencir Kab. Musi Banyuasin (Muba). Selanjutnya di Desa Penyandingan, Kec. Tulung Selapan, Kab. Ogan Komering Ilir (OKI) dan di Desa Danau Tampang. Kec. Sei Rotan, Kab. Muara Enim (ME).

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Satgas Karhutla Sumsel untuk memadamkan kebakaran lahan di wilayah-wilayah tersebut. Tim Satgas Darat gabungan TNI, Polri, BPBD, BNPB Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama perusahaan perkebunan Swasta dan di bantu oleh masyarakat terus berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan pemadam yang ada seperti, mesin pompa dan kendaraan pemadam kebakaran (damkar) termasuk alat berat eksavator untuk untuk membuat penyekatan dan kanal-kanal agar api tidak merambat. 

Tidak hanya itu, 3 buah helikopter BNPB dan 2 helikopter milik perusahaan swasta (PT. Sinar Mas) turut dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau Water Bombing (WB) di titik api yang berada di lokasi karhutla di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, Satgasgap Darat terus berupaya melakukan pemadaman dan pembasahan di areal lahan sisa kebakaran.