Detak-Palembang.com PALEMBANG – Tema yang diambil pemerintah pada HUT RI ke 74 Tahun 2019 “SDM Unggul Indonesia Maju” selaras dengan tagline yang diusung Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya “Sumsel Maju untuk Semua,”

Tegline tersebut patut menjadi sebuah penyelaras jalannya pembangunan Sumsel dengan pemerintah pusat. 

Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI KE 74 di Sumsel berlangsung dengan Sukses baik pada saat upacara pengibaran bendera maupun dalam upacara penurunan bendera. Hal inipun mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya.

Menurut Herman Deru tema yang diambil pemerintah pusat pada HUT RI ke 74 Tahun 2019 “SDM unggul Indonesia Maju” selaras dengan Tagline yang diusungnya pada saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumsel baru lalu “Sumsel Maju untuk Semua,”

“Semoga ini selaras akan selaras dalam kita membangunan menurunkan kemiskinan,” ucap gubernur.

Menurut Gubernur motonya Republik ini sama dengan motonya Sumsel. Tagline pak Presiden SDM Unggul Indonesia Maju.

“Kemarin saat pak presiden mencalonkan diri taglinenya juga sama dengan tagline kita, begitu juga pada pidato kenegaraan kemarin pak Presiden juga mengutamakan hasil atau produk dan itu sama lagi,” imbuhnya.

Dilain pihak Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya memberikan ucapan yang hampir sama dan mengajak warga Sumsel mengisi kemerdekaan dengan menjalankan tugas sebaik mungkin.

“Saya kira ini luar biasa bagi kami. Saya dan.pak Gubernur ini yang pertama kalinya menjadi irup tadi pagi pak Gubernur dan petang ini saya sebagi irup dan hasilnya sangat baik. Maknanya tidak lain kesempatan bagi kita mengisi kemerdekaan ini dengan bekerja sebaik mungkin kedepannya,” tandas Wagub ucap menjadi irup penurunan bendera HUT RI ke 74 Tahun 2019.

Untuk diketahui Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H. Mawardi Yahya menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI ke 74 tanggal 17 Agustus 2019 bertempat di halaman istana gubernur Griya Agung, Palembang, Sabtu (17/8) petang. Dimana pada pagi harinya Gubernur H.Herman Deru juga menjadi Irup pada Penaikan Bendera Merah Putih detik detik Proklamasi.

Sebelum upacara penurunan bendera, para peserta upacara diberikan suguhan atraksi polisi cilik serta aubade yang dilantunkan lebih kurang 1.100 siswa SMA se-kota Palembang yang membawakan lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu daerah.

Sementara itu yang bertindak selaku Komandan upacara pada penurunan bendera yang mulai pukul 17.00 Wib tersebut AKBP Richard Pahpahan, SIK, MH.

Sedangkan yang bertugas membawa baki dipercayakan pada Lia Deprianti siswi SMU 1 Keluang Kabupaten Musi Banyuasin. Yang bertindak sebagai pengibar bendera adalah M.Ale Al Abyyu siswa SMU 1 Kota Lubuk Linggau, Nabil Rangga Perdana siswa SMA 17 Palembang dan Jonatan Hasiholan Hutabarat yang merupakan siswa SMK Negeri 1 Kota Prabumulih.

Renungan Suci 

Sebelumnya, Sabtu dini hari (17/8), untuk pertamakalinya sebagai Gubernur, Herman Deru mendapat kesempatan memberikan penghormatan dalam renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, dalam acara Renungan Suci.

Bahkan gubernur mengaku terharu selama mengikuti prosesi ini berlangsung yang juga melibatkan FKPD tersebut. Apalagi menurutnya renungan suci tersebut merupakan yang pertama bagi dirinya sebagai Gubernur Sumsel.

“Bagi saya ini perdana ikut renungan suci sebagai gubernur, sebelumnya di Kabupaten OKU Timur sebagai bupati. Ini suasana cukup menakjubkan bagi saya. Mudah-mudahan kedepan lebih terasa lagi nikmat dari syukur kita,” ungkapnya.

Upacara Kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, Sabtu (17/8) pukul 00.01 dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup) Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli.

Didalam amanatnya Kapolda menyebutkan apel kehormatan dan renungan suci tidak hanya sekedar seremonial akan tetapi diharapkan dapat mengingatkan kembali akan jasa para pahlawan yang telah memperjuangan bangsa dan negara ini.

“Tanggal 17 Agustus pukul 00.01Wib, kita berikan penghormatan kepada para pahlawan kita di setiap penjuru nusantara baik di Kabupaten/kota, Provinsi bahkan ditingkat nasional,” katanya.

Upacara penghormatan ini lanjut dia, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada para pahlawan yang telah memperjuangan bangsa ini.

“Kita mendoakan para pahlawan. Semoga para pahlawan mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kita. Jadi penghormatan bukan karena pahlawan lebih tua dari kita tapi karena jasa – jasanya yang membuat kita seperti ini,”ungkapnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli dalam renungan sucinya menyampaikan salam dan rasa hormat bagi para pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang.

“Kami yang hadir pada hari ini Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 00.01 pada upacara memperingati akan jasa para pahlawan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) RI 1.431 orang, Kepolisian RI 70 orang, Pegawai Negeri Sipil 19 orang, Pejuang Rakyat 133 orang dan Pahlawan tak dikenal 43 orang, menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan,” ucap Firli. 

Lebih lanjut Kapolda berdoa kepada Allah SWT dengan harapan diberikan keberkahan dan keselamatan bagi bangsa, serta ampunan atas pengabdian pejuang, kebahagian negara dan bangsa. 

“Kami bersumpah dan berjanji perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga. Kami berdoa semoga arwah saudara-saudara diterima oleh Allah SWT serta mendapat tempat yang sewajarnya,” tandas Kapolda.

Hadir juga Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, beserta Forkopimda Provinsi Sumsel. Apel Kehormatan dan renungan suci diikuti oleh sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) RI, Kepolisian RI, Pegawai Negeri Sipil, Pejuang Rakyat dan Pahlawan tak dikenal.