Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Adanya pembatasan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El) oleh Kementerian Dalam Negeri, menyebabkan terhambatnya pencetakan KTP El di Edwin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang.

Dikatakan Kepala Disdukcapil Kota Palembang, Edwin Effendi pembatasan ini tidak hanya untuk Kota Palembang, tetapi di Seluruh Indonesia sehingga terjadi penumpukan permohonan pencetakan KTP El.

“Dari data kita, sampai hari ini sudah ada 7.000 permohonan pembuatan KTP El yang belum dicetak. Itu belum termasuk KTP El yang hilang dan rusak,” ungkap Edwin Effendi, Jumat (16/08).

Lanjutnya, setiap daerah dibatasi 400 sampai 500 keping blangko perminggu. Jumlah itu tidak sebanding dengan permintaan permohonan pencetakan KTP El.

“Apalagi untuk mendapatkan blanko tersebut kami harus menjemput bola, satu bulan sekali mendatangi Kementerian Dalam Negeri dengan biaya sendiri. Biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan jumlah blanko yang diterima,” keluhnya.

Agar masyarakat tidak terhambat mengurus persyaratan Perbankan, Imigrasi, membayar pajak dan lainnya, ia mengeluarkan Surat Keterangan (Suket).