Detak-Palembang.Com JAKARTA – Badan Informasi Geospasial memberikan penghargaan kepada Pemerintah kota Palembang sebagai finalis Inovasi pemanfaatan geospasial pada acara Informasi Geospasial Teknologi tahun 2019 dengan nama aplikasi aplikasi “Sistem Informasi Data Kemiskinan Kota Palembang,” Rabu(21/08) hotel Raffles Ciputra World Jakarta.

Kepala Bappeda Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan, setelah diumumkan Palembang masuk 10 besar, saat ini  baru menerima penghargaan untuk 10 besar tersebut.

“Kita baru menerima penghargaan 10 besar tentang Inovasi pemanfaatan informasi yang kemarin, yang nanti dari 10 besar akan disaring kembali menjadi enam besar hingga tahap ketiga yang tiga besar,” ungkapnya.

Dalam menuju tahap enam besar sambung Harrey, pihaknya harus menggunakan sistem operly peta agar dapat memastikan penduduk miskin untuk diberi bantuan.

“Baik by name dan by address jika ada rumah di wilayah banjir dan tergolong tidak layak dapat dimasukkan ke data kemiskinan. Ini semua upaya pak wali agar mudah di cek melalui sistem informasi,” jelasnya

Dimana sebelumnya, Pemerintah Kota Palembang Melalui aplikasi Sistem Informasi Data Kemiskinan Kota Palembang berhasil melewati penilaian tahap 1 dan masuk 10 peserta terbaik dan akan bersaing dengan kabupaten Kulonprogo, Sleman, Sragen, Kota Ambon, Bandung, Makassar, Manado, Pekanbaru, dan Semarang.

Menurut Kepala Bappeda Kota Palembang, Harrey Hadi, keberhasilan Palembang menembus 10 besar peserta terbaik dengan aplikasi Sistem Informasi Data Kemiskinan, tidak terlepas dari kerjasama antar OPD.

“Aplikasi ini lebih baik dari aplikasi data Kemiskinan lainya, dimana sistem kita ini berdasarkan my name my address setiap kelurahan,”jelasnya

Sistem Informasi Data Kemiskinan (SIDAK) Kota Palembang, merupakan realisasi inovasi pemanfaatan geospasial tersebut, yakni dengan menjadi data terpadu dan acuan program-program Pemkot Palembang dalam pelayanan dan pelaksanaan program kepada masyarakat.

“SIDAK memuat informasi warga miskin di Kota Palembang berdasarkan nama, alamat dan foto yang terus diperbarui, sehingga datanya akurat serta tidak merepotkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mencari calon penerima program, baik bantuan atau permodalan,” jelas Harrey.

Melalui SIDAK tersebut, warga dan wilayah-wilayah kantong kemiskinan dipetakan secara detail, sehingga seminimal mungkin tidak ada lagi program bantuan salah sasaran yang bisa menghambat penurunan angka kemiskinan di Kota Palembang.