Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kebakaran hebat di jalan Ki Kemas Rindo Lorong Santai 2 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Pakembang ternyata menghanguskan 107 rumah warga. Sebelumnya di prediksikan lebih kurang sebanyak 50 rumah

Hal itu baru diketahui setelah pendataan dilakukan berdasarkan update pukul 17.00 sore yang terdiri 4 rukun tetangga (RT) dari 131 kepala keluarga (KK) dan 532 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran yang terjadi ternyata pada 10.00 pagi tadi Selasa (10/7). Lalu di padamkan pukul 12.00 WIB oleh 7 mobil dinas pemadam kebakaran yang diduga dari meledaknya kompor gas dari salah satu rumah warga.

Hal itu diketahui melalui data dari tim posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) dikatakan Ardiansyah, Branch Manager ACT Sumsel. Ia mengatakan, tim Emergency Response ACT mulai hari ini akan membuka posko bantuan di lokasi guna membantu meringankan bantuan untuk penyintas kebakaran di empat RT Kelurahan Ogan Baru Kertapati Palembang ini.

“Bantuan seperti makanan langsung, pakaian, selimut, handuk, sendal, diapers, pembalut wanita sangat dibutuhkan oleh warga saat ini.” ujar Ardi.

“Tim relawan ACT sudah ada di lokasi melakukan proses evakuasi dan segera penyaluran makanan siap saji sore ini. Kami sambil membawa sejumlah kebutuhan emergency untuk para korban hingga insya Allah sampai sepekan ke depan,” imbuhnya.

Saat ini para korban masih membutuhkan kebutuhan logistik. Mereka di antaranya makanan ringan cepat saji, bahan pangan pokok (beras, minyak, telur, dan sebagainya), perlengkapan sekolah, pakaian dalam, perlengkapan shalat, air bersih, pakaian layak pakai, popok bayi, pembalut, obat-obatan, dan makanan bayi.

Bantuan langsung bisa diantar ke lokasi terdampak bencana di posko Aksi Cepat Tanggap

Dihubungi terpisah Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah, mengatakan pihaknya masih mendata warga terdampak kebakaran, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

“Kebakaran melanda RT 26 dan 28, untuk jumlah kepala keluarga masih dihitung,” kata Dwi.

Menurutnya, sementara waktu para korban kebakaran mengungsi ke keluarga terdekat yang tidak terdampak, Pemkot Palembang sendiri melalui Dinas Sosial tetap mendirikan posko darurat sebagai penanganan pertama para korban.