Detak – Palembang.com PALEMBANG -BHP Law Firm, sebagai kuasa hukum dari H. Ucok Hidayat (Mantan Manajer Sriwijaya FC), untuk mengurus pengembalian dana talangan yang dikeluarkan oleh Ucok Hidayat selama bulan September 2017 hingga Juli 2018, untuk pengeluaran-pengeluaran berkaitan dengan aktifltas dan event-event dari SFC.

Menyikapi hal ini, Wakil Direktur Utama PT SOM Hendri Zainuddin menyatakan baru mengetahuinya. Terlebih lagi baru beberapa hari ditunjuk sebagai direksi PT SOM, dan persoalannya terjadi pada tahun 2018 lalu.

“Kita akan pelajari dulu ya bersama Dirut PT SOM, pak Asfan dan jajaran direksi PT SOM lainnya,” ucap Hendri Zainuddin.

Adapun Posisi Kasusnya adalah Sbb berdasarkan rilis dari BHP Law Firm:

  1. Bahwa pada 26 September 2017 bertempat di Griya Agung Klien kami Ucok Hidayat resmi ditunjuk sebagai Manajer Sriwijaya FC (SFC). Keputusan ini diambil melalui rapat jajaran Manajemen SFC bersama Presiden SFC Dodi Reza Alex yang juga dihadiri oleh Pembina SFC Alex Noerdin. Penunjukan ini kemudian dituangkan ke dalam surai keputusan Presiden Sriwijaya FC Nomor 02/SK-MT/SFC/Il/20181entang Susunan Manajemen Tim Sriwijaya FC Senior;
  2. Bahwa sebagai bentuk tanggungjawab dan semangat yang besar dari Klien Kami agar SFC menjadi Tim andalan di tingkat Nasiona| dan keIuar dari keterpurukan, maka H. Ucok Hidayat menggelontorkan dana talangan kepada PT Sriwijaya Optimis Mandiri (sebagai perusahaan yang menaungi klub Sepak Boia Sriwijaya FC) terhitung sejak 29 September 2017 sampai 24 Juli 2018;
  3. Bahwa selama rentang waktu tersebut, total dana talangan yang diserahkan kepada Pihak PT SOM, melalui Bendahara hingga Rp12.465,430.602 (Dua belas milyar empat ratus enam puluh lima juta empat ratus tiga puluh ribu enam ratus dua rupiah);
  4. Bahwa nominal Rp12,4 M lebih ini, dilakukan sebanyak 60 kali untuk 98 jenis pembayaran (peruntukan). Hal ini tercatat di Bendahara PT SOM;

Lalu ada 98 Jenis transaksi tersebut seperti:

  1. Pembayaran Bonus-bonus Pertandingan antara Sriwijaya FC (SFC) dengan berbagai club lawan:
  2. Biaya Transportasi dan Akomodasi Tim Sriwijaya FC ke berbagai pertandingan;
  3. Biaya Operasional Tim Sriwijaya FC ke berbagai perlandingan;
  4. Biaya Pelunasan DP Pelatih TIM SFC tahun 2018;
  5. Biaya Pelunasan DP Pemain Selama 2 Musim (2018 & 2019);
  6. Biaya Angsuran perjalanan ke Travel
    7.Biaya Kompensasi Pemain ke Ktub Lama Arema Malang (Esteban Vnscara)
  7. Angsuran DP Pemain Tahun 2018
  8. Biaya tiket Kepulangan Pemain Asing
  9. Gaji Pelatih Fisik Bln November & Desember 2017;
    11.Gaji Pemain SFC Bulan Oktober 8. November 2017;
  10. Biaya Bantuan Sewa Rumah Pelatih;
  11. Biaya Pelunasan DP Pelatih;
  12. Biaya Pelunasan DP para Pemain SFC Musim 2018;
  13. Biaya Fee Agent Pemain;
  14. Tiket Pemain Asing:
  15. Biaya Angsuran Mobil Pemain SFC Musim 2017
  16. Biaya Pembayalan operasional Kantor Sriwijaya FC Bulan November 2017
  17. Biaya Medial Check Up
  18. Biaya Pengurusan Naturalisasi Pemain SFC; Dsb.

Setelah itu lanjut ke nomor enam yakni :

  1. Bahwa penggelontoran Dana Talangan yang dikeluarkan Ucok Hidayat adalah bentuk pinjaman. sementam aktivitas Sriwijaya FC harus terus berjalan. Pengeluaran dana oleh Ucok Hidayat untuk berbagai macam kegiatan ini disepakati akan dibayar pada kmmpatan pemma setelah dana dan pihak sponsor masuk ke PT S0M;
  2. Bahwa pembayaran atas dana talangan ini tidak juga dilakukan sampai Ucok Hidayat dinyatakan resmi berhenti sebagai Manajer Sriwijaya FC, melalui Surat Pemberhentian Tugas No. 15ISFCIII2019 tertanggal 23 Januari 2019 yang ditandatangani oleh Dilut PT SOM (c.q. Muddai Madang);
  3. Bahwa pihak-pihak yang bertanggungjawab mengenai sponsorship di PT SOM tidak pemah memberikan informasi sedikit pun soal dana yang masuk dari pihak sponsor tersebut Yang pasti dari pihak marketing berdasarkan informasi yang diterima (dan‘ berbagai sumber) saat itu sebenamya terdapat pemasukan juga. Misalnya, pihak PT $0M mematok Harga Rp4 Milyar untuk jersey;
  4. Bahwa pada rentang waktu itu perusahaan-perusahaan yang tergabung sebagai sponsor Klub Sepak Bola Sriwijaya FC ini tak kurang dari 14 perusahaan.
  5. Bahwa selama menjabat sebagai manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat tidak pernah mendapatkan gaji, honorarium, insentif atau komisi dalam bentuk apapun atas pikiran, tenaga dan waktu yang sangat besar yang beliau berikan. Bahkan selama Ucok Hidayat menjadi manajer SFC, club sepak bola ini keluar dari keterpurukan dan mengalami penkembangan yang sangat pesat;
    11.Bahwa setelah diterimanya surat Keputusan Pemberhentian sepihak dari jajaran managemen PT SOM, SK No. 15lSFC/ll2019. Pak Ucok Hidayat mencoba menagih dana talangan a quo kepada PT SOM cq Pak Muddai Madang (Dirut PT. SOM) lewat pesan WhatsApp tertanggal 27 Januari 2019 ;
  6. Bahwa pak Muddai Madang (sebagai Direktur Utama sekaligus pemilik saham mayoritas waktu itu) menghindar dan tak ingin menanggapi soal tangihan ini. Malah, sebagaimana pemberitaan di media. ada kesan terburu-buru mengalihkan kepemilikannya atas saham 88% di PT SOM tersebut kepada pihak lain.
  7. Bahwa sebagaimana pemberitaan media, pada 14 Januari 2019, bertempat di Hotel Horizon Ultima, Pak Muddai Madang menyerahkan seluruh sahamnya tanpa syarat kepada Bapak Herman Deru, sebagai pribadi bukan dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Sumatera Selatan.
  8. Bahwa pada Rabu, 20 Februari 2019 di pendopoan Bupati Lahat, Bpk Herman Deru mengumumkan Bapak Asfan Fikri Sanaf (AFS) sebagai penanggungjawab sekaligus pemilik baru PT SOM;
    15.Bahwa saat ini tim Sriwijaya FC (bertanding di Liga 2) sudah dikendalikan oleh managemen baru dengan pemilik saham mayoritasnya Pak AFS sekaligus Direktur Utama PT SOM, dengan Hendri Zainuddin sebagai manager Sriwijaya FC:
    16.Bahwa melihat kondisi yang demikian. Uook Hidayat menunjuk kuasa hukumnya dari Bambang Hariyanto & Partner (BHP) Law Firm untuk mencari upaya hukum dalam penyelesaian permasalahannya;
  9. Bahwa BHP Law Film sudah melakukan langkah-langkah dengan membicarakan langsung dengan pihak terkait di PT SOM kemudian disusul dengan mengirimkan beberapa kali surat somasi terkait dana talangan a quo namun belum sama sekali mendapat respon pihak PT SOM;

Dari uraian tersebut. maka Tim Kuasa Hukum H. Ucok Hidayat mengharapkan adanya tanggapan serius dari PT SOM untuk segera mengembalikan dana talangan yang telah dikeluarkan oleh H. Ucok Hidayat tersebut.

Pada sisi yang lain sebagai pecinta dunia persepak-bolaan. H. Ucok Hidayat sangat mendukung kemajuan sepak-bola Indonesia, apalagi dukungan yang sangat kuat terhadap kemajuan Laskar Wong Kito SRIWIJAYA FC yang dia cintai. (molem)