Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan berminat dengan seni mural di Kota Houston Amerika Serikat (AS) dan sedang dijajaki untuk dikembangkan sekaligus menjadikannya contoh yang dapat diterapkan dalam kerja sama kota kembar atau “sister city”. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi, mengatakan bahwa seni mural di Kota Houston memiliki daya tarik sebagai “spot” foto bagi turis-turis sehingga dipandang cocok dikembangkan.

“Mural-mural harus ada di Kota Palembang yang nantinya bisa mencontoh mural di Houston, tujuannya sebagai daya tarik pengembangan wisata,” katanya.

Menurutnya seni mural tersebut merupakan satu dari beberapa rencana kerja sama kota kembar yang akan dirumuskan usai penjajakan awal pada 18 Juli 2019.

Ia menjelaskan terdapat enam bidang potensi kerja sama yang telah dibicarakan dengan Pemerintah Kota Houston yakni pendidikan, kesehatan, air, pariwisata, busana dan UMKM.

Di bidang pendidikan dan perpustakaan, katanya, Pemkot Palembang berinisiatif membangun perpustakaan digital berbasis ruang publik seperti di Kota Houston, tujuannya meningkatkan literasi masyarakat dengan kemudahan akses informasi.

Untuk bidang kesehatan, Pemkot Palembang tertarik mengembangkan penanganan penyakit jantung dan kanker yang menjadi unggulan Kota Houston, sekaligus meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan serta dokter.

“Di bidang UMKM, Houston banyak memiliki bisnis kuliner yang dapat dikerjasamakan dengan Palembang, terutama prosmosi pempek sebagai kuliner khas Palembang,” katanya.

Sedangkan bidang busana, kata dia, rencananya kain khas songket dan jumputan akan tampil beberapa kali lagi di Kota Houston setelah melihat antusiasme warga setempat cukup tinggi saat pergelaran “Indonesian Fashion Show” 2019 pekan lalu di Houston.

“Banyak warga Houston membeli kain songket dan jumputan saat mereka melihat langsung kainnya,” tambahnya.

Di bidang air, Houston memiliki sistem distribusi air baku terbaik di Amerika, sehingga dapat menjadi contoh model peningkatan kualitas PDAM Tirta Musi Palembang dalam melayani kebutuhan air baku warga.

“Di Kota Houston juga pengolahan sungainya bagus, air sungainya bersih dan dijadikan sarana transportasi sungai, tentu bisa jadi refrensi pengembangan Sungai Musi di Palembang,” kata Harrey Hadi.

Sebelumnya Konsul Jendral RI di Houston Nana Yuliana memilih dan telah mengundang Kota Palembang untuk menjajaki kerja sama kota kembar dengan Houston.

Delegasii Pemkot Palembang sendiri telah datang langsung menemui pejabat Pemerintah Kota Houston sekaligus menghadiri “International Sister City Conference” 2019 di Houston Texas 16-22 Juli 2019.

Tawarkan Lima Bidang Kerjasama

Pemerintah Kota Palembang menawarkan lima potensi bidang kerja sama sister city dengan Pemerintah Kota Houston Amerika Serikat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi, Selasa, mengatakan lima bidang tersebut pariwisata, pendidikan, kesehatan, budaya dan tata kota.

“Kami ingin ada semacam pertukaran tenaga ahli, tenaga kesehatan, dan tenaga kerja agar SDM di Kota Palembang semakin berkualitas,” ujar Harrey.

Bidang pariwisata menjadi poin penting kerja sama yang ditawarkan karena bidang tersebut sangat diandalkan Kota Palembang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihaknya ingin ada Palembang Corner di Kota Houston guna mempromosikan Kota Palembang.

Sedangakan bidang pendidikan dan kesehatan, kata dia, masih membutuhkan pengembangan terkait tenaga ahli, diperlukan pertukaran pelajar dan tenaga kesehatan dari Palembang ke Kota Houston.

Atau Pemerintah Kota Houston dapat membuat program khusus di Kota Palembang untuk peningkatan kualitas guru dan dokter dengan standar kompetensi global yang implikasinya langsung dirasakan masyarakat.

“Bidang pendidikan dan kesehatan Kota Houston sudah sangat maju dari banyak sisi, maka akan sangat baik jika ada transfer ilmu,” lanjutnya.

Selain itu untuk bidang kebudayaan, dapat dimungkinkan kolaborasi penelitian dan seminar-seminar mengenai Palembang sebagai kota tertua di Indonesia yang kaya sejarah dan khasanah kebudayaan, terutama kehidupan sekitar Sungai Musi.

“Jika bisa, ada panggung pertunjukan untuk kesenian Palembang tampil di sana (Houston), seniman dan budayawan akan kami kirim ke sana,” kata Harrey.

Sementara kerjasama bidang tata kota, menurutnya tidak hanya sebatas pengelolaan pemukiman warga, namun termasuk di dalamnya pengelolaan air, limbah dan sampah, di mana pengelolaan air di Kota Houston termasuk yang terbaik di Amerika.

“Kelima bidang itu kami tawarkan karena baru proses penjajakan dan akan kami paparkan ke Pemerintah Kota Houston pekan ini,” demikian Harrey.

Dari kerja sama Palembang – Houston juga diharapkan memancing minat investor untuk menjajaki bisnis di Kota Palembang sebagai kota terbesar kedua di Pulau Sumatera dengan Tingkat Pembangunan Manusia mencapai 77,2 persen dan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 6,15 persen pada 2018, keduanya lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.