Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sriwijaya FC (SFC) sebagai tim tamu menantang PSPS Riau yang disebut sebagai lawan mudah pada pekan ke-7 dalam tajuk Derby Sumatera Selasa (23/07).

Diprediksi Laskar Wong Kito akan memenangan laga ini dengan mudah, mengingat PSPS Riau saat ini tengah berada di tren minor dengan catatan lima kekalahan dan satu hasil seri dari enam pertandingan awal Liga 2.

Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi mengaku fokus mematok target tiga poin. Hal itu membuatnya memberikan instruksi kepada anak asuhnya agar bermain maksimal.

“Target tiga poin karena kita sudah datang jauh-jauh tidak mungkin mengharap satu poin saja apa lagi kalah,”ucap Kas

Dia juga sekali lagi memberikan wejangan kepada anak asuhnya tidak terpancing dengan kondisi lawan. Baginya bermain sepakbola bola bisa terjadi apapun didalamnya. “Bola itu bundar bisa apa saja yang terjadi. Intinya bermain maksimal,”pungkasnya.

Tim raksasa Liga 1 yang sekarang bermain di Liga 2 ini sedang panas-panasnya, dan berpeluang besar meraih satu tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Walau begitu, PSPS sejatinya bukan lawan yang mudah untuk Sriwijaya bila menilik rekor pertemuan keduanya.

Setidaknya tuan rumah dan sang tamu sudah bertemu sebanyak 10 pertandingan dari periode 2010 hingga 2013 dengan rincian PSPS meraih tiga kemenangan, Sriwijaya 5 dan sisanya berakhir imbang.

Striker SFC, Yongki Aribowo Di usianya yang hampir menginjak 30, Yongki Ariwibowo nyatanya sukses menemukan kembali ketajamannya saat membela Sriwijaya FC. Setidaknya hingga saat ini Yongki masih menjadi pencetak gol terbanyak untuk Laskar Wong Kito dengan torehan 3 gol. Dengan catatan tersebut, maka tak bisa dipungkiri lagi bahwa Kas Hartadi akan memainkannya sejak menit pertama. Menemani Airlangga Sucipto yang diplot sebagai penyerang tunggal. Kevin Julian Walau PSPS tengah terpuruk, namun sosok Kevin Julian nyatanya masih mampu menunjukan penampilan terbaiknya dalam beberapa laga terakhir, seperti melawan Babel United, di mana ia sukses menjadi momok yang menakutkan. (molem)