Detak-Palembang.com DAR ES SALAAM, TANZANIA – KBRI Dar es Salaam menyelenggarakan Festival Film Indonesia (FFI) selama empat hari dari tanggal 13 sampai 17 Juli 2019 bertempat di Wisma Duta Besar RI dan Gedung Alliances Francaise, Dar es Salaam, Tanzania. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 150 orang masyarakat Tanzania, khususnya dari kalangan pelajar dan pemuda.

Penyelenggaraan FFI tersebut merupakan yang pertama diselenggarakan di Tanzania serta merupakan bagian dari diplomasi publik KBRI Dar es Salaam untuk semakin memperkenalkan Kebudayaan melalui film-film hasil karya anak bangsa.

Pembukaan FFI dilaksanakan di Wisma Duta Besar RI pada tanggal 13 Juli 2019, sekaligus sebagai momentum seremoni pemberian selamat kepada para pelajar Tanzania yang mendapat beasiswa di Indonesia melalui skema Kemitraan Negara Berkembang. Pada tahun 2019, sebanyak 20 Mahasiswa dari negara akreditasi KBRI Dar es Salaam mendapat beasiswa melalui skema KNB, yaitu 7 dari Tanzania, 6 dari Rwanda, dan 7 dari Burundi. Turut hadir sebagai Tamu Kehormatan dari kementerian Pendidikan Tanzania, Dr. Kennedy Hosea, Direktur Pendidikan Tinggi, yang turut menyaksikan seremoni tersebut.

 Dalam sambutannya, Duta Besar RI Dar es Salaam Prof. Dr. Ratlan Pardede menyampaikan bahwa investasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan suatu bangsa, dan oleh karenanya, Indonesia akan siap membantu negara-negara Afrika dalam hal tersebut. “Indonesia memegang komitmen teguh untuk mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia di Afrika, termasuk Tanzania, Rwanda, Burundi, dan Uni Komoro, dengan menyediakan beasiswa untuk para pelajar untuk melanjutkan studi di kampus-kampus terbaik di Indonesia”, demikian disampaikan Dubes RI Dar es Salaam dalam sambutannya.

Dr. Kennedy Hosea dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Tanzania masih perlu banyak belajar dari Indonesia yang telah berhasil melakukan pembangunan ekonomi secara pesat melalui investasi Sumber Daya Manusia yang berjalan dengan baik. Kepada para penerima beasiswa, Dr. Kennedy Hosea juga berpesan untuk secara serius memanfaatkan waktu studinya di Indonesia dan membawa kembali ilmu yang pengalaman yang bermanfaat untuk diterapkan di Tanzania.

Selanjutnya, dalam FFI tersebut, sejumlah film yang telah diputar menggambarkan keragaman masyarakat dan budaya Indonesia dari wilayah Indonesia Barat ke Timur, yaitu 12 Menit,Boven DigoelSurau dan Silek, serta Nyai: Woman from Java. Para penonton sangat tertarik dengan keanekaragaman budaya tersebut serrta kualitas film yang dihasilkan, dan sejumlah peserta bahkan mengikuti rangkaian program tersebut dari awal hingga akhir.