Detak-Palembang.com PALEMBANG –
Polresta Palembang melimpahkan berkas dugaan kasus korupsi tugu perbatasan ke Kejaksaan Negeri setempat dengan perkiraan kerugian negara RpRp505.923.660

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, Rabu, mengatakan dugaan kasus korupsi tersebut berupa mark up anggaran pembangunan tugu perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.

“Total ada empat tersangka yakni KH, IC, AH dan AS, salah satu dari mereka berstatus ASN,” ujar Kompol Yon Edi Winara usai pelimpahan berkas ke Kejari Palembang.

Menurutnya tugu yang menjadi objek korupsi berada di Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari Jakabaring Palembang, keempatnya ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti dokumen-dokumen terkait pembangunan tugu tersebut.

Keempat tersangka dinilai telah melanggar tiga pasal sekaligus, yakni pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kedua, Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nonor 31 tahun 1999, sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketiga, Pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP,” katanya.

“Banyak saksi yang sudah kami mintai keterangan, seperti Dinas PU, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan proyek, pengawas proyek, pejabat Pelaksana Teknis dan Kegiatan (PPTK), kontraktor pembangunan tugu perbatasan dan penerima barang,” demikian Kompol Yon Winara.

Selanjutnya kelengkapan berkas akan diperiksa Kejari Palembang sebelum dilimpahkan lagi ke pengadilan.(molem)