Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi bingung kenapa anak asuhnya bisa kalah dari tim yang terluka PSPS Riau skor 2-1 pada pekan ke 7 Liga 2.

Padahal pada pertandingan lalu Selasa, (23/7) PSPS Riau adalah tim terluka karena berlaga tanpa tujuh pemain andalan dan pelatih kepala karena mengundurkan diri dari tim.

Sang nahkoda Bona Simajuntak telah mundur 6 hari lalu dan kini melatih PSPS Pekanbaru. Sedangkan tujuh pemain yang mengundurkan diri yakni, Dendi Sembiring (Bek), Ruud Gullit (Gelandang), Sandi Septian (Gelandang), Leonardo (Kiper), Wazir Kahfi (Striker), Finno Andrianas (Kiper) dan Dani Marvelous (Striker).

Saat di konfirmasi pelatih SFC mengungkapkan alasan kenapa anak asuhnya bisa kalah.Kas juga, menilai kekalahan ini mungkin tak lepas dari kondisi fisik pemain yang cukup kelelahan. Karena harus menjalani jadwal pertandingan per empat hari.

“Anak-anak motivasinya sudah tinggi sekali tadi. Tetapi, fisik terlihat sekali kelelahan. Ini mungkin akan menjadi evaluasi kita kedepan,”ucapnya saat dikonfirmasi setelah tim kembali pulang ke Palembang usai laga tandangnya Kamis,(25/7)

“Saya juga bingung. Padahal segala upaya taktik, sudah kita lakukan saat menghadapi PSPS. Tetapi, inilah sepakbola. Apapun hasilnya, kita harus terima dan hadapi,” lanjutnya.

Terpisah gelandang SFC Ryan wiradinata mengatakan dirinya dan rekan-rekan kecewa atas hasil pertandingan. Dia juga tak menduga, SFC tampil diluar prediksi.

“Mungkin karena faktor baru tau kondisi lapangan. Selain itu PSPS juga memang tampil lebih baik tadi,” ungkap pemain nomor punggung 24 itu.

Kekalahan Laskar Wong Kito disebabkan dua gol PSPS diciptakan Rido Rinaldi menit 66 dan 88, hanya mampu dibalas satu gol Airlangga Sucipto menit 75. Ini merupakan kekalahan pertama SFC dilaga tandang.

Luka di stadion Kaharuddin, tidak cuma membuat asa untuk Sriwijaya FC memuncaki klasemen grub barat lepas. Tetapi juga membuat tim kebesaran Sumsel, sementara tergusur ke posisi 4 kalsemen dengan 13 poin. Sedangkan PSPS masih berada diposisi 11 klasemen dengan poin 4.

Banya yang tidak menduga tim Sriwijaya FC bakal tahluk di Riau. Karena secara statistik, tim kebesaran Sumsel punya modal lebih besar untuk memenangkan pertandingan.

Dari ranking papan klasmen, Askah Betuah merupakan tim juru kunci musim ini. Bahkan tim ini, sebelumnya haya baru mampu memetik satu poin dari 6 laga yang dilakoni. Yakni saat menahan imbahng Blitar United. Sisanya, 5 pertandingan harus dihabisakan PSPS dengan kekalahan beruntun.

Ditambah lagi, kondisi ruang ganti yang panas ditubuh PSPS, sempat memakan korban dengan mundurnya pelatih kepala Bona Simanjuntak dan 7 pemain inti.

Disisi lain Pelatih PSPS Riau Raja Faisal mengaku juga tidak menyangka bisa mengalahkan eks tim raksasa Liga 1 Laskar Wong Kito dikandang. Ia sangat senang dengan perjuangan anak asuhnya yang tidak berhenti sepanjang laga. Sehingga hasilnyapun sangat memuaskan.

“Dari awal saya intruksikan pemain untuk main lepas, tanpa beban dan dengan hati. Kalau main dengan hati maka hasilnya akan maksimal. Dan kerja keras itu dijawab dengan kemenangan sore ini,”katanya

Selain kerja keras dan disiplin, Faisal juga mengutarkan beberapa kunci keberhasilanya mengalahkan Sriwijaya FC. Yakni, menggali banyak informasi tentang titik lemah Sriwijaya FC dari video-video pertandingan sebelumnya.

“Salah satunya mungkin, mereka terlalu bergantung dengan Airlangga dan Yongki. Kedua pemain ini, kita antisipasi dengan mematikan pergerakan keduanya,” ujarnya.

Sementara itu, pencetak dua gol PSPS Riau Rido Rinaldi mengucap syukur atas kemenangan perdana musim ini. Karena menurutnya poin ini, bisa mengakat moral pemain sekaligus posisi klasmen tim saat ini.

“Alhamdulilah berkat kerja kera teman-teman semua dapat tiga poin. Tidak ada yang tidak mungkin disepakbola ini, asal kerja semangat, pasti diridhoi Allah SWT,” ujarnya. (molem)