Detak – Palembang.com PALEMBANG – Kasus meninggalnya siswa di SMA Taruna di laporkan Ibunya Berce (41) ternyata merupakan kasus kekerasan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Palembang ditemukan bekas kekerasan diduga menjadi penyebab kematian korban Delwyn Berli Juliandro.

Hasil pemeriksaan sementara tim dokter menemukan bekas benturan di dada dan resapan darah di kepala disebabkan adanya benturan kuat.

“Kita lakukan pemeriksaan luar ada kekerasan di kepala dan kaki. Pemeriksaan dalam juga ditemukan di dada dan kepala ada resapan darah berarti ada benturan kuat,” ujar dr Indra Sakti, dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, Sabtu (13/7).

Namun sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam. “Kematian diduga sekitar 6 jam,” paparnya.

Di tempat berbeda, penyidik Satreskrim Polresta Palembang masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah siswa dari sekolah tempat korban menempuh pendidikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban meninggal dunia saat mengikuti masa orientasi sekolah (MOS) yang digelar sekitar satu minggu terakhir.

Berita sebelumnya seorang ibu mendapati kabar anaknya yang Sekolah di SMA Taruna Indonesia, tiba-tiba meninggal dunia di RS Myria Palembang, Sabtu (13/7) pukul 04.00 WIB. Lalu Berce (41) melaporkan secara resmi di SPKT Polresta Palembang untuk pengusutan lebih lanjut.

“Awalnya saya mendapat kabar dari Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia, bahwa anak saya meninggal di RS Myria. Lalu, saya cek ke rumah sakit, ternyata benar, anak saya sudah meninggal dunia. Anehnya, di lutut kiri anak saya itu terdapat luka memar,” ujar warga Tulung Selapan Ilir RT 16 RW 08 Kelurahan Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, kepada petugas piket.

(molem)