Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (Finda) agar pelaku usaha kecil dan menengah mengurus Izin Usaha Industri (IUI) agar mendapat kemudahan jika sudah mendapat IUI, hal itu disampaikan Finda usai membuka Sosialisasi Prosedur Izin Usaha Industri (IUI), di Gedung Pertemuan, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Senin (15/07).

Finda mengatakan sosialisasi ini agar masyarakat mau membuat izin untuk usahanya. Disampaikan Finda, banyak pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Palembang tetapi juga banyak yang belum memiliki izin.

“Saya tidak menginginkan setelah sosialisasi ini tidak ada perubahan, masyarakat masih menemui kesulitan. Saya minta di depan setiap kantor Kecamatan untuk dibuatkan informasi persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus izin, sehingga mereka tidak bolak-balik menanyakan  persyaratan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pada Kepala Dinas Perindustrian, untuk mempercepat proses pengurusan IUI. Kalau sebelum sosialisasi penyelesaian IUI 10 hari, sekarang harus lebih cepat bila perlu menjadi 3 hari, sehingga ada dampak dari sosialisasinya.

“Untuk peserta sosialisasi saya minta  untuk mendengarkan baik-baik dan apa yang menjadi keluhan sampaikan kepada kami agar dapat dibantu. Saya minta kepada peserta sosialisasi untuk menyampaikan kepada rekannya yang belum memiliki izin agar segera mengurus izinnya,” pintanya pada peserta sosialisasi.

Wakil Walikota menambahkan, ada kemudahan salah satunya adalah dapat bantuan modal usaha, pendampingan serta pelatihan. Kalau ada bantuan dari pusat untuk usaha kecil menengah maka mereka yang punya izin akan didahulukan. 

“Bantuan modal usaha akan diberikan, besarnya Rp 3 juta tanpa agunan juga tanpa bunga, bila pengembaliannya lancar maka bantuan modalnya akan ditambah,” katanya.

Finda juga berpesan pada pejabat yang berkaitan dengan perizinan untuk secepatnya menandatangani jangan menunda-nunda. Ia jiga mengingatkan kepada semua, pengurusan izin usaha industri untuk usaha kecil dan Menengah ini gratis. Paling penting bagi dirinya jangan ada pungli dalam pengurusan IUI.

Pada kesempatan yang sama Plt Kepala Dinas Perindustrian,  Raimon Lauri menguraikan jumlah pelaku industri kecil dan menengah di kota Palembang sebanyak 2.210 dari tiga bidang yakni Sandang, Pangan dan Logam Mesin Kimia (LMK). Dari jumlah itu baru teregistrasi 60 persennya, yang 40 persennya kami dorong untuk memiliki izin. 

“Potensi usaha kecil dan menengah di Kota Palembang sangat baik,  sebagai pemerintah kami hanya mendorong dan memotivasi sehingga meningkat kualitas proses pembuatan dan kemasannya pada akhirnya dapat bersaing,” ucapnya.

Disampaikannya, akan ada program bantuan dari pemerintah pusat, dimana untuk memperoleh bantuan itu dipersyaratkan memiliki izin. Ia akan mempercepat  waktu pengurusan seperti yang diminta Wakil Walikota, jika perlu lebih cepat. 

“Dalam sosialisasi ini Kendala-kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil dan menengah ini akan dibahas, begitu juga jalan keluarnya,” tutupnya.