Detak-Palembang.com PALEMBANG – Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) DPD Sumsel ternyata melakukan perlawanan dan pembelaan terkait kasus pembunuhan calon Siswa SMA Pembina.

Hal itu dengan memberikan pembelaan kepada Obby Firamansyah (24) yang sebelumnya di tetapkan polisi sebagai tersangka tunggal pembunuhan calon siswa SMA Taruna Derwy Berlin Julianto (14).

Pada hari Rabu,(17/7) kuasa hukum tersangka DPD Ferari Sumsel Suwito Winoto SH mendatangi Polresta Palembang dan menggelar jumpa press.

“Setelah, kami investigasi ke lapangan terhadap tersangka ldan saksi-saksi yang ada, klien kami Obby Frisma  tidak ada melakukan pemukulan, penganiayaan terhadap korban sebagaimana yang sedang viral di media saat ini”kata kuasa hukum tersangka

Dilanjutkannya pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas dengan tim Suwito Winoto SH, Agus Mirani Awan SH, Harry Susanto SH dan Nurlai Latul Kodar SH. Dia berharap polisi tetap mengedepankan Asas Praduga Tidak Bersalah kepada kliennya Obby Frisma. “Kami akan menjalankan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia yang mana tertuang di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Undang-Undang Kepolisian dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka,”ujarnya lagi.

Berita sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Firli secara resmi menetapkan pelaku kasus penganiayaan meninggalnya Dewin Berli Juliandro (14) calon siswa SMA Taruna.

Hal itu dilakukan secara resmi dalam jumpa press pengungkapan kasus di lobi Polresta Senin, (15/7) pukul 17.33 WIB didepan awak media satu orang disebutkan sebagai pelaku bernama Oby Prisman (24).

“Kita sudah tetapkan dia ini berinisial OP sebagai pelakunya. Dia memukul korban dengan menggunakan bambu,”kata Firli

Menurut orang nomor satu di wilayah kepolisian Sumsel ini, korban yang mengikuti pendidikan calon siswa masa orientasi atau MOS di SMA Taruna meninggal di rumah sakit. Karena sempat di larikan ke rumah sakit Myria Palembang.

“Saat dipukul korban tidak langsung meninggal tapi almarhum meninggal di rumah sakit,”ucapnya lagi

Saat ditanya wartawan apakah pelaku melakukan pemukulan hanya dilakukannya sendiri. Atau ada pelaku lain yang ikut menjadi tersangka. Kapolda Sumsel menjawab dari banyaknya saksi yang dimintai keterangan hanya OP yang ditujukan sebagai pelaku tunggal. (molem)