Detak-Palembang.com PALEMBANG – Banyak orang yang masih baru di bidang bisnis online atau online marketing seringkali bingung dalam menentukan strategi online marketing yang cocok untuk menjual produk atau jasa mereka.

Kesimpulan ini saya dapatkan dari pertanyaan yang sering saya terima dari teman, peserta training atau orang yang baru dikenal, yang tahu saya ada di bidang bisnis online atau online marketing.

Mereka pernah dengar atau dinasehati perlu pakai SEO, Iklan di Google, Facebook, Instagram, jualan di Marketplace dan lain-lain.

Saking banyaknya ‘nasehat’ yang diterima, sampai bingung apa yang harus dilakukan dan bahkan tidak tahu bedanya apa

Dalam dunia industri kreatif, pemasaran tidak hanya melulu dilakukan secara konvensional (offline), seperti memasang banner, atau iklan di media massa. Pemanfaatan media sosial jadi senjata utama. Namun sebenarnya mana yang lebih efektif, antara Facebook dan Instagram?

Sekarang memang banyak pelaku industri kreatif yang jauh lebih memilih Instagram sebagai lokasi mereka memasarkan produknya. Diyakini media sosial dengan fokus berbagi gambar dan video pendek ini bisa lebih efektif, karena memang sekarang sedang menjadi tren di masyarakat, khususnya generasi millenial yang sudah responsif terhadap ekonomi kreatif. Tapi benarkah demikian?

Nah, kali ini tim Indiekraf.com, akan mencoba membuat perbandingan dan plus minus nya diantara dua platform tersebut, untuk bisa menarik perhatian calon customer dan audiens, agar bisa melirik produk anda secara lebih efektif:

  • 1. Facebook 
  • Nilai Plus:

Punya jangkauan yang lebih luas, sebagai media sosial dengan pemakai terbesar di dunia, khususnya Indonesia.

Selain luas secara jumlah pemakai, Facebook juga luas dari segi umur pengguna, level pendidikan, hingga level pendapatan pemakai.

Punya Facebook lite, yang lebih banyak digunakan orang dan anak – anak muda, karena dinilai lebih ringan dan murah. Membuatnya makin mudah menjangkau audiens.

Beriklan dengan platform promosinya Facebook Ads lebih bisa detail, untuk bisa menemukan calon pelanggan yang lebih tepat.

  • Nilai Minus:

Facebook sudah mulai ditinggalkan generasi millenial, khususnya pekerja kelas pemula. Mereka lebih memilih untuk menggunakan Instagram. Facebook kini lebih banyak dihuni oleh usia yang lebih dewasa (30+).

Dengan Facebook bisa menanamkan link, maka Facebook punya potensi lebih besar untuk menjadi media menyebarkan spam, dan phising. Oleh karena itu kadangkala iklan di Facebook kurang dipercaya audiens

Foto dan video yang ditampilkan di Facebook biasanya mengalami degradasi (perubahan) resolusi, sehingga membuatnya tampak sedikit berubah dari foto asli.

  • 2. Instagram 
  • Nilai Plus:

Instagram memang sedang tren dan hype mulai dari kalangan generasi muda, pekerja kelas pemula, hingga ibu – ibu muda. Sehingga jika memang target market anda adalah mereka, maka IG akan bisa jadi media utama anda untuk beriklan.

Mampu memaksimalkan jangkauan melalui tanda tagar (hashtag). Hal ini membuatya lebih baik dari Facebook, yang jangkauannya sangat bergantung kepada seberapa banyak teman dan pengikut kita.

video dan gambar yang diupload di Instagram, biasanya kualitasnya tidak menurun jauh. Sehingga akan membuat tampilannya tetap segar dan menarik.

Mampu melakukan mentioned yang fungsinya jauh lebih efektif dari yang dimiliki oleh Facebook, untuk bisa menarik perhatian dari Selebgram dan juga followersnya.

  • Nilai Minus:

Instagram punya dimensi ruang khusus untuk video ataupun foto, sehingga anda perlu untuk melakukan edit untuk mendapatkan dimensi foto/ video yang pas untuk feed Instagram. Berbeda dengan Facebook yang bisa menyesuaikan dengan apa yang ingin kita bagikan kepada audiens.

Instagram untuk saat ini lebih banyak digunakan generasi millenial. Sedangkan generasi yang lebih dewasa masih berada di ruang Facebook. Sehingga sasaran pasar di Instagram memang lebih sempit.

Berbeda dengan Facebook yang bisa mencantumkan link kemana saja seperti web, bahkan WA, IG tidak memilikinya. Anda hanya bisa mengaktifkan link keluar di dalam laman profil, ketika menggunakan IG Ads dan juga ketika akun Instagram anda sudah memiliki 10.000 followers dengan mode swipe up.

Itulah tadi kelebihan dan kekurangn Facebook dan Instagram yang bisa anda gunakan dalam melakukan kegiatan pemasaran, khususnya terkait dengan produk industri kreatif.

Kalau kami bisa menyarankan anda baiknya anda mengaktifkan dua media sosial ini dengan fungsi yang berbeda. Hanya saja memang akan butuh upaya lebih bagi anda untuk bisa fokus mengelola media sosial. Namun percayalah, hasilnya akan setimpal dengan usaha yang sudah anda lakukan.