Detak-Palembang.com JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar program penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif di Indonesia. Bekraf pun memilih empat dari 10 daerah yang akan dikembangkan bisnis ekonomi kreatifnya.

Keempat daerah kreatif tersebut adalah Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kutai Kertanegara unggul di bidang Seni Pertunjukan, Kota Palembang Kuliner, sementara Kota Malang mempunya potensi di sektor Aplikasi dan Pengembang Permainan. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menyampaikan, keempat daerah punya potensi besar dalam mendorong industri ekonomi kreatif.

Penilaian itu ditinjau dari beberapa faktor. “Empat daerah ini paling lengkap perencanaan strategisnya. Mereka punya peta jalan, kolaborasi ABCG yakni Academic, Business, Community, Government, paling maju,” kata Hari, Senin (24/6).

Karena itu, keempat daerah ini dipilih Bekraf untuk diberi pendampingan dalam mengembangkan industri ekonomi kreatif. Fasilitas dari Bekraf ini bakal berjalan selama enam bulan. Nantinya, penilaian terhadap komitmen keempat Pemerintah Daerah (Pemda) ini menjadi penentu terkait pembaruan klasifikasi daerah paling kreatif.

Bekraf akan memfasilitasi dan mendampingi para pemerintah daerah dan komunitas di masing-masing wilayah untuk mengembangkan industri kreatif serta menumbuhkan perekonomian daerah.

“Kita tantang buat rencana strategis, kita bantu fasilitasi dan monitor sampai akhir tahun. Termasuk dalam perdanya nangi gimana gerakan komunitas setempat,” kata Hari.

Fasilitas yang diberikan berupa bantuan riset dan pendidikan, pendidikan untuk musik dan workshop, akses permodalan, infrastruktur hingga akses pemasaran baik.

“Kemudian hubungan antar wilayah dan lembaga misalnya untuk penguatan komunitas karena yang harus kuat basisnya komunitas. Termasuk untuk mencarikan gimana diberikan kemudahan bahkan regulasi yang menghambat itu kita bantu,” paparnya.

Bekraf akan meninjau perkembangan ekonomi kreatif di keempat daerah ini dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), tenaga kerja, dan ekspor produk. Karena itu, tiap-tiap daerah harus menjalankan perencanaan jangka pendek yang sudah dibuat hingga akhir tahun ini.

Hari menjelaskan, setiap daerah punya potensi di bidang ekonomi kreatif yang berbeda. Malang misalnya, berpeluang mengembangkan aplikasi dan gim online. Lalu Kutai Kartanegara dan Majalengka punya potensi di bidang seni pertunjukan. Kemudian Palembang fokus di kuliner.

Berkaca dari keberagaman potensi ekonomi kreatif tersebut, Bekraf mengembangkan program mandiri ini. Hal ini bertujuan untuk memotivasi setiap Pemda untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya. “Kami monitor. Kalau tidak berhasil, kami anggap (wilayah) itu bukan sebagai yang termaju lagi,” kata dia.

Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia ini sudah berjalan sejak 2016. Namun, program pendampingan sebagai fasilitas empat daerah baru mulai berjalan tahun ini. Hari mengaku anggaran untuk program pendampingan tidak besar. Namun, ia enggan merinci besaran anggarannya. Yang jelas, enam kedeputian Bekraf berkomitmen mengembangkan ekonomi kreatif di tiap daerah.

Bekraf memberikan gelar daerah kreatif melalui penilaian ekosistem subsektor ekonomi kreatif di daerah. Sepuluh daerah yang mendapatkan gelar krettif adalah Majalengka, Malang, Kutai Kartanegara, Palembang, Rembang, Surakarta, Semarang, Gianyar, Denpasar, dan Balikpapan. Hal ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bekraf Nomor 83 Tahun 2019.

Sementara itu Kepala Bekraf ,Triawan Munaf menjelaskan, tahun ini Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Fisik Deputi Infrastruktur Bekraf telah menetapkan 10 Kabupaten Kota (KaTa) Kreatif Indonesia, di mana empat wilayah akan difasilitasi, sementara enam lainnya diberi penghargaan khusus.

“Pemilihan dan penetapan KaTa Kreatif Indonesia 2019 bukan untuk mendeklarasikan bahwa sudah kreatif, tetapi sebagai bentuk dorongan agar kabupaten kota berupaya keras dan cerdad untuk mampu mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat di wilayahnya,” kata dia di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Diharapkan dengan bantuan ini empat KaTa Kreatif Indonesia 2019 ini bisa menjadikan ekonomi kreatif sebagai pendorong utama ekonomi kabupaten kota.

“Outputnya kita harapkan bisa berkontirubus ke (PDB) Produk Domestik Bruto, menciptakan tenaga kerja dan menumbukan ekonomi kreatif. Untuk menuju ke sana kita perlu dari pemda berkolaborasi dengan kota lain bahkan luar negeri,” pungkasnya.