Detak-Palembang.com PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memimpin Rapat Pemantapan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di 18 Kecamatan Kota Palembang di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kota Palembang, Rabu, 26 Juni 2019.

Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) atau Bank Sampah di tiap kecamatan di Palembang dikebut. Pemkot Palembang akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan, pemerintah kota berencana membangun 19 titik bank sampah di semua kecamatan.

Hanya saja, dari 19 titik yang direncanakan itu, lahan yang tersedia milik Pemkot Palembang hanya di 10 titik. Sisa sembilan lahan lagi milik Pemprov Sumsel.

Seperti disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, “Kita akan menghadap pihak provinsi untuk membicarakan terkait bank sampah. Nanti teknisnya bisa pinjam lahan atau seperti apa, kita komunikasikan dulu,” ujar Dewa, saat memimpin rapat di Bappeda, Jumat (15/6) minggu lalu. 

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya meminta camat dan lurah menyelesaikan administrasi, antara lain sarana, fasilitas dan sebagainya. Ini penting agar tidak timbul masalah kelak.

Dewa menyebutkan, lahan yang disiapkan untuk bank sampah di setiap titik kurang lebih 50 meter persegi. Selain bangunan, ada juga mesin pencacah sampah dan fasilitas lainnya.

“Untuk dananya dari APBN senilai Rp352 miliar ditambah dana pendamping dari APBD senilai Rp15 miliar. Dana inilah yang akan disharing untuk masing-masing kelurahan. Jadi, per kelurahan itu rata-rata Rp400-Rp500 juta,” kata Dewa.

Ia menjelaskan dana sekitar Rp400-500 juta itu untuk dana pemberdayaan kelurahan, termasuk penyediaan bank sampah.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, rencana pembangunan TPST karena tempat pembuangan sampah di TPA Sukawinatan sudah kelebihan daya tampung.

Apalagi, dalam sehari, volume sampah di Palembang bisa mencapai 1.000-an ton lebih, yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah hotel, rumah makan dan tempat usaha lainnya.

“Sehingga salah satu solusinya dengan membangun bank sampah di tiap kecamatan. Melalui bank sampah, sampah bisa dikelola. Minimalnya, melalui bank sampah ini, setiap kecamatan bisa mengatasi persoalan sampah di kecamatan masing-masing,” ujar Fitrianti.