Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pengguna transportasi darat Kereta Api jurusan Palembang-Tanjung Karang, Lampung dan Palembang-Lubuk Linggau harus mencari alternatif moda transportasi lain, pasalnya memasuki Sembilan hari sebelum Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, tiket kelas ekonomi sudah terjual habis tanpa sisa.

Padahal diprediksi puncak arus mudik akan terjadi H-5. Para pemudik yang ingin berlebaran di kampung halaman masing-masing yang menggunakan kereta api tujuan akhir Kota Lampung dan Kota Lubuk Linggau.

Minat masyarakat yang tinggi membuat ludesnya tiket kereta kelas ekonomi, ini diakui oleh EVP PT KAIDivre III Palembang, Mochamad Purnomosidi. Ia mengatakan tingginya peminat ekonomi lantaran harga dan fasilitasnya yang tidak kalah dengan KA jenis lainnya.

“Tiket ekonomi masih jadi favorit, karena memang harganya murah dan fasilitas sudah sangat baik. Terbukti tiket untuk tanggal 26 Mei sampai 15 Juni sudah ludes,” ungkap Purnomosidi, Minggu (26/5).

Meski harga tiket kelas ekonomi sudah habis terjual, masyarakat masih bisa membeli tiket kelas bisnis dan eksekutif. Menurut Purnomosidi kedua jenis tiket tersebut masih tersisa sekitar 40 persen.

“Untuk tiket bisnis dan eksekutif masih 60 persen terjual,” ujar dia.

Adapun untuk penyediaan tiket seluruh kelas pada mudik lebaran tahun ini, pihak KAI menyediakan sekitar 81.984 tempat duduk untuk tujuan Kertapati-Tanjungkarang dan Kertapati-Lubuklinggau

“Rata-rata per hari kita siapkan 3.738 tempat duduk untuk semua kelas. Bagi yang belum kedapatan tiket kelas eksekutif dan bisnis masih tersedia,” jelasnya.

Dalam mudik kali ini pihak PT KAI mengeluarkan kebijakan baru yang mesti diperhatikan oleh semua calon penumpang yakni, pembatasan jumlah barang bawaan milik penumpang. Setiap penumpang hanya boleh membawa 20 kilogram atau dimensi barang tidak lebih dari 100 dm3 (70x48x30cm).

Jika para penumpang membawa barang bawaan melebihi ketentuan maka, untuk kelebihan akan dikenakan biaya tambahan.

“Biaya tambahannya Rp10.000 untuk kelas eksekutif, Rp6.000 kelas bisnis dan Rp2.000 kelas ekonomi. Semua dihitung per kilogramnya,” tutup dia.