Tiga sektor ini merupakan sektor berkinerja terbaik untuk acara bisnis yang dijadwalkan digelar di Singapura pada 2019 dan seterusnya; serta diharapkan dapat menarik banyak delegasi internasional ke Singapura.

Detak-Palembang.com SINGAPURA – Singapura akan menjadi tuan rumah untuk berbagai acara bisnis yang digelar mulai 2019 dan seterusnya, beberapa di antaranya merupakan acara perdana. Secara khusus, lebih banyak acara bisnis di sektor Jasa Profesional, Teknologi dan Mamin (Makanan dan Minuman). Berbagai gelaran ini akan membantu Singapura meningkatkan reputasinya sebagai tujuan acara bisnis terkemuka kelas dunia.

Semua ini berkat kinerja kuat industri BTMICE di 2018 yang mengalami kenaikan penerimaan devisa pariwisata[1] sebesar 10 persen hingga mencapai S$3,44 miliar dari Januari hingga September 2018 (sampai dengan 3Q2018), dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017. Ini didorong oleh pertumbuhan kedatangan pengunjung BTMICE yang juga naik 14 persen dari 2017 mencapai 2 juta kedatangan. Berbagai acara penting di 2018, seperti DPRK-USA Singapore Summit dan Bloomberg New Economy Forum, telah membantu meningkatkan kesadaran terhadap industri acara bisnis di Singapura.

Raymond Lim, Area Director Singapore Tourism Board Indonesia, mengatakan bahwa serangkaian acara bisnis besar di sektor Teknologi, Jasa Profesional dan Mamin selaras dengan sektor-sektor ekonomi utama Singapura dan Kawasan. “Lingkungan Singapura yang ramah terhadap dunia usaha telah membantu pertumbuhan berbagai perusahaan inovatif di bidang Teknologi, Jasa dan Mamin yang ingin menangkap pasar Asia Tenggara. Di kawasan ini juga banyak terdapat pemimpin industri terutama perusahaan startup teknologi yang bisa memanfaatkan posisi unik Singapura sebagai tujuan utama untuk pertemuan dan acara bisnis. Kami yakin bahwa Singapura akan memberikan banyak peluang bagi para pengambil keputusan, penyelenggara acara, dan eksekutif bisnis yang ingin masuk ke sektor ini.” 

Singapura konsisten menjadi hub pasar MICE untuk Indonesia

Singapura terus menjadi tujuan acara bisnis yang didambakan, karena kaya pengalaman dengan komunitas bisnis yang dinamis. Sebagai contoh, negara Singapura menduduki peringkat teratas kota di Asia untuk pertemuan oleh International Congress and Convention Association (ICCA) selama 16 tahun berturut-turut pada tahun 2017 dan juga dinobatkan sebagai Top International Meeting City of 2017oleh Union of International Associations (UIA). Selain itu, Singapura juga dinobatkan sebagai Top Asia Pacific Destination selama tiga tahun berturut-turut dalam peringkat Cvent di Top Meeting Destinations in Asia Pacific 2018.

Berkat kedekatannya dengan Indonesia, Singapura tetap memimpin sebagai hub MICE untuk pasar Indonesia. Lalu lintas MICE dari Indonesia ke Singapura merupakan kontributor signifikan terhadap pertumbuhan tahunan secara keseluruhan devisa pariwisata dan kedatangan pengunjung pada 2018, masing-masing sebesar 8% dan 2%. Hal ini telah membantu mempertahankan posisi Indonesia sebagai pasar terbesar kedua setelah Tiongkok.

Acara bisnis terkemuka di sektor jasa profesional dan teknologi telah dijadwalkan

Banyaknya kantor regional perusahaan untuk sektor Jasa Profesional dan Teknologi berkontribusi besar dalam menciptakan ekosistem yang kaya akan ide dan pertukaran bisnis. Berkat sifat Singapura yang pro-bisnis, letaknya yang strategis di Asia, dan rekam jejak keselamatan dan keamanan yang baik, kota ini berhasil menarik penyelenggara dan delegasi acara bisnis.

Di sektor Jasa Profesional, Singapura akan menjadi tuan rumah, untuk pertama kalinya, pada acara Baker Tilly International Global Tax Conference 2019 & Baker Tilly International World Conference 2019. Selain itu, Singapura juga telah menjadwalkan acara-acara lainnya, yaitu KPMG Asia Pacific Tax Summit 2019, INSOL 2019, Understanding Risk 2020, 18th Asia Pacific Life Insurance Congress 2021, dan Asian Patent Attorneys Association General Assembly and Council Meetings 2022. Secara kolektif, acara ini diperkirakan akan menarik 10.500 delegasi asing ke Singapura.

Ingram Micro pun akan mengadakan konferensi regional Ingram Micro One APAC 2019 di Singapura pada Agustus 2019. Delegasi internasional akan memiliki kesempatan bertemu dengan berbagai mitra strategis di Singapura untuk membentuk relasi bisnis baru serta bertukar pengetahuan, wawasan dan tren.

Sebagai catatan, SAP Field Kick-Off Meeting 2020 and 2021 juga kembali diadakan di Singapura. Acara ini merupakan acara penjualan tahunan utama sekaligus ajang untuk menyosialisasikan strategi bisnis SAP kepada para manajemen senior SAP dan pelanggan yang akan hadir. Singapura berhasil unjuk gigi sebagai kota pertemuan internasional dengan kemampuannya mendapatkan konferensi tertutup ini.

Hampir 6.000 delegasi internasional diharapkan hadir di Singapura melalui berbagai acara bisnis di sektor teknologi.

Sektor mamin yang matang dan terus berkembang

Sebagai negara penggemar makanan, lanskap industri mamin Singapura telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya pada konsumen langsung, tetapi juga pada B2B dan industri.

Infrastruktur dan pengalaman MICE Singapura yang kuat telah berhasil meyakinkan penyelenggara acara bahwa Singapura terus memberikan manfaat sebagai destinasi pilihan untuk menjadi tuan rumah acara bisnis mamin terkemuka, meskipun industri ini termasuk pasar yang matang.

Selain acara bisnis mamin yang sudah ada di Singapura, seperti Specialty and Fine Food Asia, Food Japan, dan Vitafoods Asia, Singapura juga akan menjadi tuan rumah edisi perdana acara Southeast Asia Café Expo and Equip&Dine Asia 2019, di mana Equip & Dine Asia bekerja sama dengan EquipHotel Paris yang terkenal secara global. Global Restaurant Leadership Conference 2019, yang sebelumnya diselenggarakan di Dubai, juga akan menyelenggarakan acara diskusi kepemimpinan tingkat eksekutifnya yang sangat sukses untuk pertama kalinya di Singapura. Gabungan kedua acara ini diharapkan akan menarik lebih dari 3.500 pengunjung internasional ke Singapura.

Dalam kategori mamin, acara khusus yang berlangsung adalah Food&HotelAsia – HoReCa and F&B 2020, disebut sebagai acara perdagangan dan jaringan internasional terbesar dan terlengkap di Asia untuk industri makanan dan perhotelan. Untuk pertama kalinya, Food & Hotel Asia (FHA) akan memperluas pertunjukan mereka menjadi dua acara khusus: FHA-HoReCa dan FHA-F&B – pada Maret/awal April 2020. Dengan ekspansi FHA, kedua acara ini diharapkan dapat mendatangkan lebih dari 45.000 delegasi internasional untuk berjejaring, berdagang, dan berbagi praktik terbaik.

FHA-HoReCa adalah pameran paling komprehensif untuk pemasok terkemuka dunia di industri hotel, restoran, dan kafe di Asia. Acara ini akan menjadi platform yang tepat untuk menyatukan ide-ide kreatif, inovasi terdepan, dan teknologi pintar. Di sisi lain, FHA-F&Bmerupakan platform bisnis utama yang menyajikan berbagai makanan dan minuman yang menginspirasi industri untuk tumbuh, berdagang, berjejaring dan memuaskan tuntutan selera pasar yang berkembang sangat pesat di Asia.

Paul Wan, Managing Director UBM Singapore, yang memiliki dan mengelola FHA, mengatakan: “Singapura adalah lokasi yang ideal untuk pementasan FHA, karena acara ini mendorong dalam evolusinya sebagai salah satu platform B2B top dunia yang melayani makanan dan industri perhotelan di Asia. Pengembangan acara menjadi dua pertunjukan khusus pada 2020 bertujuan untuk lebih meningkatkan perubahan dari sektor makanan dan perhotelan, dan kombinasi UBM dengan Informa PLC akan membuka pintu ke sumber daya yang dapat membantu kami meningkatkan kualitas dan membawa acara kami ke jenjang yang lebih tinggi.”