Detak-Palembang.com PALEMBANG – Momen hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah tahun ini, sama seperti momen Idul Fitri yang sudah-sudah, segenap umat Islam yang ingin merayakan di kampung halaman sudah bisa menggunakan jalur transportasi darat. Pilihan jalur trans Sumatera ruas tol Lampung-Palembang yang sudah mulai difugsikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Jalan tol fungsional tersebut dapat memangkas waktu tempuh 7 jam dari biasanya 12 jam.

“Tolnya belum siap beroperasi tetapi sudah relatif selesai,” kata Budi Karya di sela-sela rapat koordinasi angkutan Lebaran di Palembang, Kamis, (23/5/2019).

Tol Pematang Panggang-Kayuagung-Palembang sepanjang 232 km dipastikan sudah bisa dilalui pada H-7 Lebaran 2019 mendatang. 

Menurut Budi Karya, jalan tol  sepanjang kurang lebih 300 km ini jika sudah operasional mampu menyambungkan Lampung-Palembang dalam waktu 4 jam saja.

“Tapi (untuk fungsional) hanya siang hari mulai pukul 06.00 WIB-18.00 WIB, malam belum bisa karena belum dipasang lampu,” ujarnya.

Secara terpisah menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan, ruas tol yang sudah dibuka adalah Terbanggi Besar- Pematang Panggang- Kayuagung- Palembang. Tapi untuk Pematang Panggang- Kayuagung masih fungsional. Tol Pematang Panggang- Kayuagung 77 km fungsional satu jalur dan ditambah 33,5 Kayuagung-Palembang.

Basuki menjelaskan, secara total ruas tol PPKA-Palembang memang belum bisa langsung dioperasionalkan karena pengerjaan ruas tol sebagian masih dalam proses. Adapun ruas tol Pematang Panggang-Kayu Agung ini ditargetkan selesai akhir Juli 2019, dan ruas tol Kayuagung Palembang diupayakan selesai Oktober 2019.

Senior Vice President PT Waskita Karya, Heri Susanto menambahkan, saat ini untuk ruas Terbanggi- Pematang Panggang sepanjang 112 km sudah bisa dilalui namun masih fungsional dan gratis. Kemudian untuk Pematang Panggang -Kayuaguang fungsional dengan satu jalur. Untuk Jalur Kayuagung-Jakabaring sepanjang 33 km sudah teraspal dan menyisakan 4 km masih agregat. “Tepatnya di STA 13 dan STA 17,” kata dia.

Meski masih agregat, Heri memastikan jalan ini tidak berdebu. Ia mengatakan, penggunaan tol masih satu jalur dan disarankan kepada pemudik agar melewati tol hanya pada siang hari dari pukul 06.00 s.d 16.00 WIB karena belum ada penerangan.