Asslamualaikum Wr Wb. 
Dikisahkan,  tiba tiba dari singgahsananya Raja Jin berteriak begitu kerasnya hingga terdengar keseluruh pelosok planet di langit dan di bumi, yang membuat seluruh jin tanpa dikomando dalam waktu singkat sudah berkumpul di Istana Raja jin.

Dengan rasa takut bercampur bingung mereka (jin)  saling bertanya tanya pada satu sama lainnya.

“Ada apakah kiranya Raja mereka begitu murka”  ?

.Setelah semua jin berkumpul, dengan suasana yang sangat hening,  Raja jin tampil didepan dan dengan suara lantang Raja jin berkata,  ” Semua usaha dan kerja keras kita dari dahulu hingga nanti untuk mengajak anak Adam tenggelam dalam gelimang dosa akan menjadi sia sia saja ” .

Kemarahan dan kekecewaan para jin di karenakan telah turun ayat dari Allah Yang Mana Penyang , untuk hamba hamba Nya di muka bumi.  

Ayat tersebut berbunyi , yang artinya : “Katakanlah, Hai hamba hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,  Janganlah kamu berputus asa dari Rakhamat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa dosa semuanya . Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penyang.    (Qs-Az Zumar 53 ).

Memang Allah tidak berkehendak menciptakan manusia dalam keadaan bersih dan sempurna,  karena sesungguhnya kesempurnaan itu hanyalah milik dan untuk Allah SWT semata. 

Sifat manusia yang jauh dari kesempurnaan Itulah dimanfaatkan para jin / syaiton untuk terus menggoda anak adam dalam kesesatan. 

Dalam kelanjutan pidato arahan dari Raja jin, setelah mereka berunding mencari cari kelemahan atau cara untuk tetap mengajak manusia dalam kesesatan. Diputuskanlah dua langkah jebakan. 

1. Dibisikan/dipengaruhi untuk selalu menunda nunda waktu dalam beribadah.

Misalnya,  bila terdengar suara azan, agar anak adam tidak segera melaksanakan Sholat, maka di pengaruhi lah akal dan hati mereka,  dikatakan, ahh nanti saja, atau sebentar lagi, kan waktunya masih panjang,  atau bila sedang di jalan,  nanti lah bila sudah sampai di rumah atau di kantor,  dan bila sdh sampai dirumah,  aaah istirah sebentar, masih gerah dan berbagai alasan hingga lupa akan kewajiban nya. 

Atau contoh lain,  bila  anak adam ingin bersedekah atau menyumbang, di bisikan, ahh nanti saja masih sedikit nantilah klau sdh banyak,  bila sdh banyak,  nanti lah nunggu hari baik / bagus, nanti pada hari ulang tahun atau di bulan ramadhan,  begitu lah cara jin/syaiton menggoda hingga akhirnya lupa..  

2. Bangga pada diri sendiri atau ingin dipujj orang. 

Bila ia beribadah, ia ingin orang lain mengetahui dan memujinya. Misalnya,  ia (anak adam)  mengajak masyarakat di lingkungan nya untuk beramai ramai sholat di masjid,  seperti yang sudah ia lakukan. 

Terselip dihati kecil nya, ia ingin masyarakat tahu bahwa dan memujinya, bahwa ia orang yang alim dan gemar sholat di masjid. Atau jg bila ia menginfakan / menyumbang sbagian penghasilannya ke pembangunan masjid, maka ia akan meminta panitia pembangunan masjid tsb Untuk mengumkannya,  agar masyarakat luas tahu atas sumbangan nya tsb. 

Dengan terjebaknya bisikan jin syaiton tersebut,  maka akan sia-sialah amal perbuatan yang telah dikerjakan anak adam tersebut. Dan “mungkin” Allah akan mengabulkan keinginannya untuk mendapatkan sanjungan atau pujian dari orang-orang di dunia ini. tapi tidak dengan Allah SWT. 

Semoga kita terhindar dari bujuk rayu jin,  syaiton laknattullah yang selalu ingin mengajak anak adam dalam kesesatan. Dan cukuplah kita mengharap Rahmat dan Ridho-nya Allah semata,  agar kita tergolong orang-orang yang beruntung. 

Wassalammu’alaikum Wr Wb. 

Dikutip dari berbagai sumber. 

Ditulis : Winandar Rizada  (Owner detak-palembang.com