Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru menghimbau kepala daerah baik walikota maupun bupati mulai mikirkan upaya pemberian insentif bagi peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang ditempatkan di Provinsi Sumsel. Hal itu dikatakannya saat menghadiri Pemulangan PIDI  angkatan II periode Mei Tahun 2018 sekaligus pembukaan pembekalan PIDI angkatan II periode Mei Tahun 2019 Provinsi Sumsel di Hotel  The Zuri, Senin (13/5) sore.

Saat ini menurut Gubernur Sumsel Herman Deru pihaknya memulangkan sebanyak 45 dokter peserta PIDI yang sudah selesai bertugas sementara di tiga kabupaten kota yakni Kabupaten Banyuasin, Kabupaten OKI dan Kota Lubuk Linggau. Dan Pemprov Sumsel melalui Dinkes juga kembali menerima sebanyak 41 peserta PIDI untuk kembali ditempatkan di tiga kabupaten tersebut.

“Kalau dilihat yang dipulangkan dan diterima ini memang tidak sebanding ya. Tapi aturannya memang sudah sudah seperti itu. Makanya bagi kepala daerah yang kebetukan menjadi wahana tempat penempatan para dokter ini saya harap betul bisa memberikan perhatian khusus. Paling utama adalah soal keamanannya, kedua tempat tinggalnya dan yang ketiga kalau memang ada kelebihan APBD bisa dimanage insentifnya untuk peserta ini. Kalaupun tidak ada ajak perusahaan sekitar untuk memberikan perhatian berupa CSR,” himbaunya.

Lebih jauh Peraih Penghargaan Muslim Choice Award itu mengatakan program internsip bukan sekedar mengembangkan ilmu tapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Karena itu khusus bagi peserta yang baru akan ditempatkan ia berpesan untuk menjaga mental sebaik-baiknya. Selama 8 bulan para peserta ini akan ditempatkan di beberapa rumah sakit dan 4 bulan berikutnga di lapangan apakah itu RS, Puskesmas atau bahkan Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Karena itu belajarla mengenali karakter masyarakat setempat, baik itu budayanya, bahkan bahasa,  karena ini penting dalam upaya memberikan sentuhan langsung ke mereka. Sedapat mungkin saya ingin kalian bisa mencegah agar mereka yang sehat tidak menjadi sakit. Nah untuk itu kalian harus bergaul dengan tokoh masyarakat baik itu RT, Kades, bahkan ibu-ibu Posyandu,” jelasnya.

Ia juga tak lupa  berpesan, dari para dokter ini ikut membantu pemerintah menanggulangi ancaman bahaya narkoba di kalangan pemuda yang semakin mengerikan saat ini. Caranya dengan mengedukasi dan mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan komunitas anak muda di kabupaten dan kota tempat mereka ditempatkan.

Sementara itu Menkes RI diwakili Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Hukum Kesehatan dr Kuwat Sri Hudoyo mengatakan tujuan PIDI inj adalah proses pemantapan muti profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama oendidikan dalam rangka pemahiran dan pemandirian untuk menjadikan dokter profesional.

” Dasar pelaksanaan adalah UU Pendidikan Kedokteran Nomor 20 Tahun 2013 yang mengharuskan program profesi sokter dilanjut dengan program internsip,” jelasnya.

Internsip sendiri merupakan program pemahiran dan pemandirian dokter yang merupakan bagian dari program penempatan wajib sementara paling lama satu tahun di wahana rumah sakit dan puskesmas.

“Haraoan kami program ini dapat disienergikan dengan kegiatan nasional lainnga. Sehingga pemberantasan penyakit menular lebih efektif dan agar dokter masuk dalam semua situasi pelayanan kesehatan,” paparnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Dra Lesty Nurainy Apt.M.Kes mengatakan, selain Pemulangan PIDI  angkatan II periode Mei Tahun 2018 sekaligus pembukaan pembekalan PIDI angkatan II periode Mei Tahun 2019 Provinsi Sumsel, pada kesempatan itu Ia juga mengundang tenaga keseharan Program Nusantara. Mereka ini baru selesai masa penga diannya selama dua tahun di daerah terpencil di provinsi Sumsel yang berjumlah 14 orang.

Adapun penempatan tenaga kesehatan Nusantara ini adalah sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan sehingga dapat menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan.

Adapun mengenai program PIDI dikatakan Lesty punya target tersendiri.  Yakni  peserta dapat memahamikebijakan PIDI dengan baik, terkoordinasinya pelaksànaan PIDI di Sumsel, serta peserta dapat mengetahui faktor pendukung dan penghambat untuk memperbaiki pelaksanaan PIDI kedepan.

“Hari ini di Sumsel akan memulangkan 45 dokter internsip yang semula ditempatkan di Kota Lubuk Linggau sebanyak 13 orang, Kabupaten Banyuasin 15 orang dan OKI 17 orang. Kita juga akan menerima (memberangkatkan) 41 dokter lagi,” jelasnya.

ke-41 dokter internsip tersebut akan ditempatkan di beberapa wahana masing-masing yakni RSUD Banyuasin dan PKM Pangkalan Balai 18 orang, RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau dan PKM Perumnas 18 orang serta RSUD Kayu Agung dan Puskesmas Tugu Mulyo 5 orang.

Selain Gubernur Sumsel tampak hadir dalam kegiatan tersebut yakni Duta Anti Narkoba Milenial Ratu Tenny Leriva Herman Deru, Ketua Komite Wahana Komite Internsip Dokter Indonesia Pusat dr. Zainoel Arifin M.Kes, serta Dekan Fakultas Kedokteran Unsri yang diwakili  oleh Pembantu Dekan II Dr. dr Irfannuddin.