Detak-Palembang.com PALEMBANG- Operasional moda transportasi massal Light Rail Transit (LRT) Palembang sudah berjalan hampir satu tahun sejak diuji coba pertama kali sebelum ajang Asian Games 2018 lalu.

Meski belum 100 persen, uji coba terus dilakukan. Terhitung sudah 11 bulan LRT beroperasi dan secara bertahap akan dioperasikan secara penuh.

Jika sebelumnya LRT hanya mengoperasikan 6 trainset maka dalam waktu dekat akan ada penyesuaian untuk jalannya seluruh rangkaian yakni, 8 trainset.

Hal ini menyikapi sudah hampir 100 persen uji coba. Ditambah penyesuaian dari rentang waktu antara pergerakan satu rangkaian kereta dengan kereta lainnya (headway) akan lebih menyesuaikan akibat penambahan rangkaian trainset.

“Kita banyak lakukan improvement, kita rencanakan tanggal 1 atau 7-8 Juni untuk suatu operasi yang level of service-nya jauh lebih baik dari sekarang. Kalau sekarang katakanlah headway-nya masih diatas 30 menit. Nanti akan kita tekan menjadi hanya 15 menit,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Palembang, Jumat (10/5).

Jarak tempuh yang cukup lama dari Stasiun Depo yang terletak di kawasan Jakabaring menuju Stasiun tujuan akhir bandara SMB II memakan waktu hampir 62 menit untuk sekali jalan. Menurut Budi, dengan beroperasi penuh rangkaian LRT diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan hingga 20 menit dan akan ada penambahan prioritas untuk stasiun tertentu.

“Kalau dulu intensitasnya setiap stasiun sama nanti akan ada inovasi kita. Kami akan mengupayakan perjalanan dari Stasiun Bandara ke Stasiun Pasar Cinde untuk lebih rutin. Jarak tempuhnya juga disesuaikan, Bandara-Cinde 30 menit. Ini melihat jumlah penumpang yang naik-turun di situ lebih ramai dibandingkan stasiun lain. Ini bisa disesuaikan seiring dengan waktu apabila ada stasiun lain yang ramai,” ujar dia.

Kementerian perhubungan menggandeng Pemkot Palembang dalam melakukan integrasi angkutan massal. Di mana sebelumnya sudah ada tarif integrasi antara LRT dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi milik Pemkot Palembang. Namun, kebijakan tersebut akan terus dimatangkan dalam sistem trayek feeder.

Dengan beroperasi secara penuh bulan Juni mendatang pihaknya, tetap mengupayakan agar inovasi terus dilakukan.

“Agar konektivitas antarmodanya lebih bagus, saya sampaikan kepada Pak Wali, pemerintah pusat akan men-support pemda untuk melakukan survei. Di mana daerah yang merupakan pergerakan utama. Di situ kita tambah angkutan-angkutan, karena dengan adanya antarmoda yang bagus, daerah yang jauh dari jalur LRT bisa tercakup dengan feeder itu. Kita tetap melakukan inovasi untuk LRT kedepannya,” ujar dia.

Walikota Palembang Harnojoyo mengakui perlu pengefektifan integrasi moda transportasi BRT dalam menunjang LRT. Menurutnya dengan adanya integrasi angkutan massal diharapkan dapat menjangkau wilayah pemukiman warga sehingga moda transportasi massal menjadi pilihan.

“Rapat koordinasi akan terus dilakukan demi optimalisasi Juni mendatang. Kami mendukung untuk persiapan antarmoda yang baik, diefektifkan supaya masyarakat Palembang lebih tertarik naik LRT ketimbang transportasi lainnya,” jelas Harno.