Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gerakan subuh berjamaah yang digalakan Walikota Palembang H.Harnojoyo, sejak beberapa tahun lalu, memberi efek yang sangat fositif dikalangan masyarakat.

Bahkan, subuh berjamaah, dinilai Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) mampu memberikan atmosfir yang sangat baik, bahkan kota tertua di Indonesia ini menjadi kota zero konfilk.

“Palembang jadi wilayah zero konflik di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah, silaturahmi rutin yang dilaksanakan Walikota Palembang melalui subuh berjamaah,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Heri Aprian, Jumat (26/4/19).

Menjadi kota zero konflik inipun,  pelopor perdamaian di Indonesia melekat di Kota Palembang yang dipelopori H.Harnojoyo, dengan bukti penghargaan yang diambil langsung Sekretaris Dinas Sosial, Iksan Tosni di Lubuklinggau pada saat acara Gebyar Harmonisasi di Kota Lubuklinggau dan diserahkan langsung Walikota Palembang di kediaman dinasnya di jalan Tasik, didampingi jajaran Pemkot Palembang.

“Setelah menerima penghargaan, Walikota meminta kami untuk segera membentuk pelopor perdamaian hingga ke Kecamatan,” sampainya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, penghargaan yang diberikan oleh Kemensos, menjadi langkah kedepan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan Tenaga Pelopor Perdamaian agar dapat membangkitkan kedamaian di seluruh Indonesia.

“Kita akan mulai dari Kecamatan. Harus ada pelopor perdamaian di setiap Kecamatan,” terangnya.

Menurut politisi partai Demokrat ini, bencana sosial yang terjadi di masyarakat punya kompleksitas yang membutuhkan penanganan serius karena yang dihadapi adalah sesama manusia. Berbagai kepentingan dan tujuan di masyarakat jika tidak dimediasi akan menimbulkan konflik sosial.

Dia mengatakan, untuk menjadi orang yang bisa menyelesaikan konflik maka pelopor perdamaian adalah langkahnya.

“Ini harus ditanamkan kepada masyarakat. Subuh berjamaah adalah salah satu upaya kita menjaga perdamaian di kalangan masyarakat,” tandasnya