Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Sumatera Selatan (BBPOM Sumsel) memusnahkan 18.800 tahu mengandung formalin dari pemilik pabrik berinisial A, di TPA Sukawinatan Palembang, Kamis (24/05).

Kepala BBPOM Sumsel, Dewi Prawitasari mengatakan, tahu yang dimusnahkan berasal dari pabrik tahu yang berada di Kelurahan Kemang Manis.

“Selain tahu, kami juga menyita 21 alat cetak tahu terbuat dari kayu, 21 ember untuk penempatan distribusi, satu mobil pengangkut tahu dan alat penggilingan kedelai,” ungkapnya.

Lanjutnya, berkas kasus telah diajukan ke kejaksaan. Hukuman yang diberikan sesuai dengan undang-undang pangan nomor 18 tahun 2012. Sanksinya bisa penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal 10 miliar rupiah.

“Tiga produsen tahu sudah kita tindak pada tahun 2018 ini. Pada bulan Maret kami menyita 24.000  tahu dan 2 ton mie kuning yang mengandung formalin,” ujarnya.