Detak-Palembang.com SURABAYA – Belum adanya pihak keluarga dari terduga teroris untuk mengambil jenazah, membuat bau busuk mayat yang mulai tercium menyebar dari kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (16/5). Hal itu dirasakan petugas medis dan sejumlah wartawan yang mencari berita di area rumah sakit Bhayangkara Surabaya.

Beberapa wartawan yang sedang bertugas rata-rata mengatakan, bau tersebut tercium berbarengan terpaan angin yang mengarah kepada mereka yang berada di lokasi dekat dengan penyimpanan mayat.

Kabid Dokkes RS Bhayangakara, Kombes Budi tak menampik kondisi tersebut. Dia membenarkan kondisi mayat terduga teroris yang sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap.

“Iya mas. Mau bagaimana lagi. Sampai sekarang belum ada pihak keluarga yang mengambilnya,” terangnya.

Sementara itu di samping kamar mayat, terlihat 6 peti mati berwarna putih. Peti mati tersebut terbuat dari kayu dan tertutup rapat. Tidak diketahui peti mati tersebut untuk siapa.

Berdasarkan data, mayat terduga teroris yang sampai sekarang ada di dalam kamar mayat RS Bhayangkara berjumlah 16 jenazah. Mayat-mayat tersebut berasal dari dua kota, Sidoarjo dan Surabaya.

Di antaranya, ada 6 mayat satu keluarga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, 4 mayat satu keluarga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, 3 mayat terduga bom meledak di Rusunawa Sidoarjo, 2 mayat terduga teroris tembak mati di Sukodono Sidoarjo, dan terbaru ada satu mayat terduga teroris tembak mati di Manukan Surabaya.