Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Prov Sumsel) membuka Rapat Paripurna Istimewa XIX ddengan agenda tunggal Dirgahayu Provinsi Sumsel Ke 72, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov Sumsel, Rabu (23/05).

Rapat Paripurna dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Anggota DPR RI Wasista Bambang Utoyo dan Fauzi Amro, Anggota DPD RI Siska Marleni dan Hasmawaty, Kapolda Sumsel, Pangdam II Sriwijaya, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Kepala Kejaksaan Tinggi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda.

Plt Ketua DPRD Sumsel Uzer Effendi dalam sambutannya mengatakan peringatan Dirgahayu Prov Sumsel 72 dengan mengusung tema ‘Dengan semangat hari jadi ke 72 kita sukseskan Pilkada serentak dan Asian Games’.

Hari jadi prov Sumsel di tetapkan dalam Peraturan Daerah No 5 tahun 2007. Dalam Perda tersebut hari jadi Sumsel diperingati setiap tanggal 15 Mei setiap tahunnya.

Motto Prov Sumsel, Bersatu Teguh sejak berdirinya provinsi hingga sekarang dapat menjaga persatuan sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan.

Hari jadi Prov Sumsel menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada pelaku sejarah dan menjadi introspeksi terhadap pembangunan yang telah dilakukan.

Provinsi Sumsel yang ada saat ini melalui sejarah panjang di mulai dari Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya memiliki daerah kekuasaan yang lebih luas dari Negara Indonesia saat ini.

Kejatuhan Sriwijaya tidak mengubur nama Sriwijaya yang kemudian dilanjutkan menjadi Kesultanan Palembang, wilayah ini yang juga dikenal dengan nama Batang Hari Sembilan. Sumsel semakin dikenal dalam dunia perekonomian, menjadi perlintasan perdagangan dunia.

Wilayah Kesultanan Palembang 85 ribu kilometer persegi tidak jauh berbeda dengan Prov Sumsel saat ini 87 ribu kilometer persegi. Prov Sumsel diawal kemerdekaan termasuk sub provinsi Sumatera.

Sumsel merupakan provinsi kaya akan sumber daya alam seperti Minyak, Gas Bumi dan Batubara. Selain itu tanahnya subur sehingga dapat dibudi dayakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Saat ini Bumi Sriwijaya telah berubah menjadi provinsi yang mengembangkan usaha pertanian, pertambangan, perdagangan dan parawisata. Uzer mengajak semua pihak di hari jadi untuk introspeksi dan repleksi untuk meningkatkan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat Sumsel.

Ada kesempatan Dirgahayu Sumsel, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan, peringatan ini merupakan terakhir baginya memberikan sambutan sebagai Gubernur karena masa jabatan akan berakhir pada tahun 2018. Dalam usia 72 beberapa pencapaian diantara pencapaian ekonomi Sumsel yang tumbuh 5,51 persen di atas pertumbuhan nasional sebesar 5,07 persen.

GINI rasio yang mencapai 0,365 lebih baik dari nasional 0,391, GINI rasio adalah untuk menggambarkan kesenjangan ekonomi masyarakat di suatu wilayah semakin kecil rasionya maka semakin kecil kesenjangan terjadi artinya pembangunan di Sumsel merata dan dinikmati oleh semua masyarakat.

Persentase penduduk miskin di Sumsel mengalami penurunan hingga 13,1 persen, dan akan terus melakukan terobosan terobosan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui berbagai program.

Program itu bantuan untuk mengurangi beban masyarakat miskin dengan berobat gratis dan pendidikan sekolah gratis.

Memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan penghasilan dan membantu aset dengan cara bedah rumah dan bantuan alat-alat produksi, bibit, ternak dan lain lain.

Tingkat pengangguran terbuka tahun 2017 sebesar 4,39 persen di bawah nasional 5,50 persen. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan perkapita sebesar 34,06 juta meningkat dari tahun 2017 sebesar 32,72 juta.

Program sekolah gratis meningkatkan partisipasi kasar perguruan tinggi meningkat 13 persen pada tahun 2012 meningkat pada tahun 2017 menjadi 41,56. Usia harapan hidup meningkat dari 69,16 menjadi 69,18 pada tahun 2017.

Alex Noerdin mengucapkan Dirgahayu Provinsi Sumsel Semoga kedepan Sumsel semakin sejahtera  dan dapat bersaing tidak hanya nasional tetapi juga internasional.