Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Dianggap merugikan outlet atau lebih dikenal dengan konter, Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) menyampaikan permasalahannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).Senin (02/04).

Kerugian yang disebabkan aturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang membatasi pendaftaran 1 NIK hanya untuk 3 sim card. Serta meminta kepada pemerintah untuk menjamin keamanan data masyarakat, hal itu disampaikan Ketua Umum KNCI, Qutni Tyasari.

“Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turut serta menyelesaikan masalah ini. Disini kami menolak dengan tegas untuk pembatasan Satu Nik Tiga simcard” ungkapnya.

Lanjutnya dengan pembatasan itu akan mematikan usaha perdagangan produk selular yang menjadi sumber penghidupan 5 juta  masyarakat .

“Masyarakat akan akan membeli pulsa dengan harga lebih tinggi. Terkhusus di kota Palembang yang saat ini ada sebanyak 2013 outlet yang tersebar di Wilayah Kota Palembang,” jelasnya.

Ditambahkannya, kerugian konter di Palembang bisa dihitung dari jumlah konter 2013, bila masing-masing konter mempunyai stok 25 kartu perdana (kartu perdana data internet) dan harga rata-rata kartu perdana Rp35 ribu maka untuk Kota Palembang saja menderita kerugian Rp1,76 miliar.

“Selain pembatasan 1 NIK untuk 3 sim card dan keamanan data,kami mendukung pemerintah untuk penertiban kartu perdana sesuai dengan Permen Kominfo No 21 Tahun 2017,” katanya.

Ia menyampaikan akan mendukung dan akan berpartisipasi mensukseskan program pendaftaran pengguna kartu perdana dengan sisialisasi dan membantu regristasi sesuai data yang valid.